BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Cinta” yang berlangsung di SMA NU Kalibaru. Kegiatan ini menyasar seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Kalibaru yang berada di bawah naungan LP Ma’arif, pada Kamis (10/9/2026).
TIM PENGABDIAN: Kegiatan pengabdian dinarasumberi dosen Tarbiyah UNIIB, yaitu Dr. Nasrodin, M.Pd.; Eka Ramiati, M.Pd.; dan Nurul Fatimah, M.Pd.
Kegiatan pengabdian dinarasumberi dosen Tarbiyah UNIIB, yaitu Dr. Nasrodin, M.Pd.; Eka Ramiati, M.Pd.; dan Nurul Fatimah, M.Pd. Ketiganya hadir langsung memberikan materi sekaligus mendampingi para guru dalam praktik penyusunan modul ajar.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga mampu membangun karakter, kepedulian, empati, dan rasa cinta dalam proses pendidikan. Para guru MI yang hadir diarahkan untuk menyusun modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta, yaitu Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Ilmu Pengetahuan, serta Cinta Lingkungan dan Cinta Tanah Air, tanpa mengesampingkan aspek asesmen pembelajaran.
PRAKTIK: Pelatihan dan pendampingan secara intensif.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan modul ajar yang kontekstual, bermakna, dan humanis, sekaligus sesuai dengan kebutuhan peserta didik di masing-masing madrasah. Dengan begitu, proses pembelajaran di kelas diharapkan tidak hanya lebih menyenangkan, tetapi juga mampu membentuk karakter positif pada diri siswa.
Eka Ramiati, M.Pd., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa modul ajar berbasis cinta bukan sekadar perangkat administratif dalam pembelajaran.
” Modul ajar berbasis cinta bukan sekadar perangkat pembelajaran, tetapi sarana untuk menghadirkan pendidikan yang memanusiakan, menumbuhkan karakter, dan membangun generasi yang berilmu sekaligus berakhlak,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari para guru MI yang hadir. Mereka berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam penyusunan modul ajar di madrasah masing-masing, sehingga proses pendidikan yang berlangsung tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai cinta dan akhlak mulia pada peserta didik.
BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kecamatan Kalibaru melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Acara penandatanganan berlangsung di Aula SMANU Kalibaru dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak, pada Kamis (10/9/2026).
ATAS PODIUM: Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menyampaikan sambutan.
Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berlanjut dan berkembang, tidak hanya berhenti pada momentum ini semata.
“Harapan saya semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini. Hari ini juga kita laksanakan penyusunan modul ajar berbasis cinta, dan semoga ke depan kita juga bisa berkolaborasi dari hal-hal lain,” ujar Dekan Tarbiyah.
Sejalan dengan penandatanganan MoU, pada hari yang sama turut dilaksanakan kegiatan penyusunan modul ajar berbasis cinta yang melibatkan Fakultas Tarbiyah UNIIB dan LP Ma’arif Kecamatan Kalibaru. Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi konkret dari kerja sama yang telah disepakati.
Kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan LP Ma’arif Kalibaru ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan mutu pendidikan di lingkungan LP Ma’arif Kecamatan Kalibaru, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas di berbagai bidang pendidikan ke depannya.
Malang — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) turut berpartisipasi dalam Workshop Bedah Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 yang diselenggarakan oleh PPIAUD Wilayah JATIM–BALI pada Sabtu (5/9/2026), bertempat di Universitas Islam Malang (UNISMA).
Dalam kegiatan tersebut, Prodi PIAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi diwakili oleh Kaprodi PIAUD UNIIB, Riris Wahyuningsih, S.Pd.I., M.Pd., bersama dosen PIAUD, Ria Octaviana, M.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bentuk komitmen Prodi PIAUD UNIIB dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan program studi terhadap perkembangan instrumen akreditasi.
Workshop menghadirkan Dr. Alfiana Yuli Eliyanti, M.A., selaku Asesor LAMDIK, sebagai pemateri. Beliau memberikan pemaparan mengenai instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, termasuk berbagai aspek penting yang perlu menjadi perhatian program studi dalam mempersiapkan proses akreditasi.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memahami secara lebih mendalam substansi instrumen akreditasi, strategi pemenuhan dokumen, serta berbagai indikator yang menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi program studi. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk menggali informasi secara langsung dari asesor.
Bagi Prodi PIAUD UNIIB, keikutsertaan dalam workshop ini menjadi langkah strategis untuk melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola program studi, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu akademik dan pemenuhan standar akreditasi.
Kaprodi PIAUD UNIIB, Riris Wahyuningsih, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari persiapan program studi dalam memahami arah dan tuntutan instrumen akreditasi LAMDIK 3.0.
“Workshop ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk memahami instrumen LAMDIK 3.0 secara lebih komprehensif. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi Prodi PIAUD UNIIB dalam mempersiapkan dokumen serta meningkatkan mutu program studi secara berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PPIAUD Wilayah JATIM–BALI ini juga menjadi wadah untuk mempererat jejaring dan sinergi antarprogram studi PIAUD di wilayah Jawa Timur dan Bali. Melalui forum tersebut, para peserta dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta strategi dalam menghadapi tantangan pengelolaan dan akreditasi program studi.
Sementara itu, kehadiran dosen PIAUD UNIIB, Ria Octaviana, M.Pd., turut memperkuat proses pengembangan mutu akademik melalui pemahaman bersama mengenai standar dan indikator yang harus dipenuhi oleh program studi. Dengan mengikuti Workshop Bedah Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, Prodi PIAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam penguatan tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aspek pengembangan program studi. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari langkah Prodi PIAUD UNIIB untuk terus berbenah, berkembang, dan mempersiapkan diri menuju akreditasi yang unggul serta penyelenggaraan pendidikan PIAUD yang berkualitas dan berdaya saing.
BANYUWANGI — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Beban Kerja Dosen (BKD) dan Pengisian BKD periode 2025-2026 pada Kamis, (6/8/2026) pukul 13.00 WIB, bertempat di Meeting Room UNIIB.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan program studi, seluruh dosen homebase di masing-masing Prodi Fakultas Tarbiyah, yang meliputi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Tadris Matematika, dan Manajemen Pendidikan Islam, serta staf di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Tercatat sebanyak 35 dosen dan pejabat struktural turut hadir dalam agenda tersebut.
SINERGI: Warga Fakultas Tarbiyah kompak songsong perkuat tata kelola akademik.
Sosialisasi ini digagas sebagai bagian dari upaya Fakultas Tarbiyah dalam memastikan tata kelola akademik yang tertib administrasi, khususnya terkait pemenuhan dan pelaporan beban kerja dosen sebagai salah satu indikator kinerja tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sosialisasi ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan memiliki urgensi strategis bagi pengembangan Fakultas Tarbiyah secara kelembagaan. Setidaknya terdapat lima urgensi utama yang melandasi pentingnya pelaksanaan BKD secara internal, yaitu:
Evaluasi Tridharma Dosen Fakultas Tarbiyah per Semester
Strategi Peningkatan Mutu Tridharma dalam Program Kerja Fakultas
Deteksi Dini untuk Peningkatan Tridharma Perguruan Tinggi
Memudahkan Dosen dalam Inventarisasi Angka Kredit (AK) Tridharma
Mendukung Peningkatan Karier Dosen
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menegaskan bahwa akreditasi program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah harus ditempuh melalui siklus penjaminan mutu yang berkesinambungan dan berkualitas baik. Menurutnya, tata kelola kinerja dosen yang tertib melalui BKD merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung capaian tersebut.
“Akreditasi program studi di bawah naungan Fakultas Tarbiyah harus dilakukan melalui siklus yang sangat baik untuk menuju Prodi Unggul,” Terangnya.
Melalui kegiatan ini, pimpinan fakultas berharap seluruh dosen memiliki kesamaan persepsi dalam menyusun dan melaporkan beban kerja secara akurat, sehingga mendukung terciptanya akuntabilitas kinerja akademik yang sejalan dengan standar mutu pendidikan tinggi.
BANYUWANGI — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Senin (27/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dan disiarkan melalui Zoom Meeting ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Tarbiyah dalam memperkuat mutu kurikulum di seluruh program studi yang dinaunginya.
Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Aninditya Sri Nugraheni, S.Pd., M.Pd., akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome). Kehadiran narasumber dari luar kampus ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru sekaligus memperkaya wawasan seluruh peserta dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan review kurikulum ini diikuti oleh lima program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Turut hadir dalam acara ini, Rektor UNIIB, jajaran dosen Fakultas Tarbiyah, serta perwakilan mahasiswa dari kelima program studi tersebut, sehingga proses review kurikulum dapat berjalan secara partisipatif dan menyeluruh.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, menyampaikan bahwa masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi) beserta Tim Kurikulum telah mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum.
“Alhamdulillah, masing-masing Kaprodi dan Tim Kurikulum sudah mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kegiatan review hari ini. Kami berharap seluruh dokumen ini dapat kita kaji bersama secara mendalam, sehingga hasil review kurikulum benar-benar aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujar Dr. Imam Wahyono.
Sementara itu, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pimpinan universitas kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan kegiatan review kurikulum ini.
“Pimpinan memberikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang turut mensukseskan acara review kurikulum ini. Ini adalah ikhtiar bersama untuk terus memperbaiki mutu pendidikan kita, dan saya berharap seluruh civitas akademika Fakultas Tarbiyah dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya demi lahirnya kurikulum yang unggul dan relevan,” tegas Dr. H. Lukman Hakim.
Secara umum, kurikulum berbasis OBE dirancang dengan berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas dan terukur, bukan sekadar pada proses pembelajaran semata. Pendekatan ini menempatkan kompetensi lulusan sebagai titik tolak dalam merancang mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem penilaian, sehingga setiap komponen kurikulum saling terhubung untuk memastikan mahasiswa benar-benar menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan di dunia kerja maupun masyarakat. Melalui OBE, perguruan tinggi juga dituntut untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian kurikulum secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta tuntutan zaman.
Dengan digelarnya review kurikulum ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan mampu mencetak lulusan yang berkarakter serta berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
SITUBONDO – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) turut berpartisipasi dalam Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-13 dan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Utama Raya Situbondo. Kegiatan nasional ini dihadiri oleh para akademisi, ketua program studi, dosen, peneliti, serta praktisi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis, meliputi Forum Transformasi Kurikulum MPI Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Artificial Intelligence (AI), FGD Tematik MPI 5.0, Best Practices and Innovation Showcase, Penandatanganan Kerja Sama (MoU/PKS), serta pemberian apresiasi kepada program studi, dosen, dan mahasiswa yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi diwakili oleh dosen Program Studi MPI, Dr. Rifqi Firdaus, M.Pd., yang turut berpartisipasi sebagai presenter pada The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026. Keikutsertaan sebagai pemakalah menjadi bagian dari komitmen UNIIB dalam mengembangkan budaya akademik, memperkuat tradisi riset, serta memperluas kontribusi keilmuan di bidang Manajemen Pendidikan Islam. Forum ilmiah ini juga menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi antarakademisi dalam merespons tantangan transformasi pendidikan tinggi Islam di era digital, khususnya melalui penguatan kurikulum berbasis OBE dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence.
Momentum Temu Tahunan PPMPI ke-13 juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan 10 perguruan tinggi dari lingkungan PTKIN maupun PTKIS. Beberapa perguruan tinggi yang terlibat di antaranya UIN Sunan Ampel Surabaya, UII Dalwa Pasuruan, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Islam An-Nur Lampung serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terlaksananya berbagai program kolaboratif, seperti guest lecture, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu akademik. Dengan adanya jejaring yang semakin luas, UNIIB optimistis mampu memperkuat kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing Program Studi MPI di tingkat nasional.
Selain menjadi ajang penguatan kolaborasi dan pengembangan akademik, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada program studi, dosen, dan mahasiswa yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Pada kesempatan tersebut, Dr. Rifqi Firdaus, M.Pd., dosen MPI UNIIB yang berusia 29 tahun, memperoleh Best Award sebagai Young Researcher Award PPMPI.
Penghargaan tersebut menjadi pelengkap dari keikutsertaan aktif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam forum nasional ini sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
BANYUWANGI — Rasa lega bercampur haru masih terasa di antara, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB). Keduanya membagikan kesan mereka atas proses panjang yang baru saja dilalui.
Sidang munaqasyah ini diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) sebagai bagian dari agenda akademik rutin tiap periode kelulusan. Pelaksanaannya berlangsung pada Jumat (24/7/26) secara serentak di lima ruang, yaitu Ruang A1, A2, A3, A4, dan C1, guna mengakomodasi jumlah mahasiswa yang mengikuti sidang akhir studi pada periode ini.
Dosen Penguji dalam Sidang Munaqasyah, Jumat (24/7/2026).
Miftahul Arifin, mahasiswa Prodi PAI yang akrab disapa Miftah, salah satu peserta sidang, membagikan pandangannya mengenai makna sidang munaqasyah bagi mahasiswa tingkat akhir,
“Hari ini, saya serasa menatap pintu ruang penantian. Rasanya campur aduk, ada bahagia karena satu langkah lagi selesai, dan ada sedih karena waktunya sudah usai,” ungkapnya.
Baginya, sidang munaqasyah bukan sekadar forum formal untuk pertanggungjawabkan data dan angka penelitian,
“Saya rasa di sidang ini juga bukan sekadar tempat mempertanggungjawabkan angka, melainkan perayaan kecil atas keberanian yang tak pernah mereda,” imbuh Miftah.
Di akhir keterangannya, Miftah turut menitipkan harapan sekaligus permohonan doa. “Mohon doanya, kawan-kawan, semoga langkah ini menemukan alurnya,” pungkasnya.
Senada dengan Miftah, Aisyah Ainur Rahmah, akrap disapa Aisyah, turut menyampaikan kesannya usai proses sidang,
“Sedikit dag dig dug, tapi ada ketenangan tersendiri. Mungkin karena dibantu doa dari orang tua, jadi ikut membantu menenangkan hati saya,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dukungan dan doa restu orang tua menjadi salah satu faktor penguat mentalnya dalam menghadapi sidang. Ia berharap, kelulusannya kelak dapat menjadi wujud persembahan atas dukungan tersebut.
“Harapan saya dari selesainya sidang skripsi ini, semoga orang tua saya bahagia dan bangga melihat perjalanan yang telah saya lalui, berkat dukungan dan motivasi yang mereka berikan,” tuturnya.
BERDERET: Mahasiswa sebagai peserta sidang munaqasyah mempersiapkan diri.
Sidang munaqasyah ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan Prodi PAI yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga siap mengaplikasikan keilmuannya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam.
BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah kembali melaksanakan agenda akademik tahunan berupa sidang munaqasyah skripsi dan jurnal ilmiah bagi mahasiswa semester akhir. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana.
Guna mempercepat pelaksanaan sidang tanpa mengurangi kualitas penilaian, panitia membagi proses ujian ke dalam 10 meja yang tersebar di beberapa ruangan. Skema ini memungkinkan mahasiswa sebagai peserta sidang dari ketiga program studi mengikuti kegiatan secara simultan sesuai jadwal yang telah ditetapkan
Setiap meja sidang diampu oleh tim penguji yang berkompeten di bidang kajian masing-masing. Selama sidang berlangsung, mahasiswa diminta memaparkan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta menjawab pertanyaan kritis dari penguji terkait metodologi, isi, maupun kontribusi keilmuan dari skripsi atau jurnal yang disusun.
Salah satu mahasiswa Program Studi PIAUD, Ageng Harta Kumala, turut membagikan kesannya menjelang sidang munaqasyah. Ia mengaku sempat merasa gugup dan tegang, namun di sisi lain juga bersyukur karena telah sampai pada tahap tersebut setelah melalui proses belajar yang panjang.
“Munaqasyah menjadi momen yang membuktikan bahwa setiap usaha, doa, dan kerja keras tidak pernah sia-sia,” ujarnya.
Kepada mahasiswa baru, Ageng turut berpesan agar menikmati setiap proses perkuliahan, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Ia juga mengajak para camaba untuk memanfaatkan setiap kesempatan guna belajar, berkembang, serta membangun relasi.
“Tetap semangat, konsisten, dan percaya bahwa setiap langkah kecil hari ini akan membawa kalian pada pencapaian besar di masa depan,” pesannya.
SERIUS: Penguji Sidang Munaqasyah pada Rabu (22/7/2026).
Rangkaian sidang munaqasyah Fakultas Tarbiyah di 10 meja tersebut berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi solid antara panitia pelaksana, pimpinan fakultas, dan program studi, sehingga seluruh proses dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Malang – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan kelembagaan, dan peningkatan mutu Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di seluruh Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang (UNISMA) ini dihadiri oleh seluruh pengurus PD-PGMI Indonesia, ketua program studi (Kaprodi), dosen PGMI, serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mukernas XII tidak hanya menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi dan menyusun arah kebijakan PD-PGMI Indonesia ke depan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, pengembangan riset kolaboratif, hingga percepatan akreditasi program studi. Berbagai agenda yang dibahas diarahkan untuk memperkuat daya saing lulusan PGMI sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan dasar Islam di Indonesia.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dalam Mukernas XII adalah pelaksanaan Memorandum of Agreement (MoA) antarpengelola Program Studi PGMI dari berbagai universitas. Penandatanganan MoA tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh kaprodi untuk membangun jejaring kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik secara bersama.
Foto Dokumentasi Kegiatan MUKERNAS
Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam hal ini Ibu Eka Ramiati, M.Pd memanfaatkan momentum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII PD-PGMI Indonesia untuk memperluas jejaring kemitraan akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Kerja sama tersebut dijalin bersama Program Studi PGMI UIN Madura, Universitas Muhammadiyah Mataram, Institut Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang, dan Institut Agama Islam Qomarul Huda Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penandatanganan MoA ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi PGMI.
Dokumentasi Kaprodi PGMI saat melakukan MoA dengan beberapa perguruan tinggi
Melalui kesepakatan tersebut, masing-masing perguruan tinggi berkomitmen mengembangkan berbagai bentuk kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pelaksanaan kegiatan akademik bersama, seperti seminar nasional, kuliah tamu, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar Islam di era transformasi digital.
Ketua Program Studi PGMI Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyampaikan bahwa kerja sama antar kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas ruang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa. Melalui sinergi tersebut, setiap institusi dapat saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik baik dalam pengelolaan program studi sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan akademik secara berkelanjutan.
Penandatanganan MoA yang dilaksanakan dalam rangkaian Mukernas XII PD-PGMI Indonesia juga menjadi bukti nyata semangat kebersamaan antarprogram studi PGMI di berbagai daerah. Keberagaman latar belakang perguruan tinggi yang terlibat diharapkan dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi pengembangan kompetensi dosen, mahasiswa, serta peningkatan kualitas lulusan PGMI.
Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui penyusunan program kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, kemitraan yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan diwujudkan dalam berbagai kegiatan nyata yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan budaya riset, serta pengembangan inovasi pembelajaran di lingkungan Program Studi PGMI.
Ketua panitia menyampaikan bahwa “tingginya partisipasi para kaprodi, dosen, dan pengurus PD-PGMI Indonesia menunjukkan semangat kebersamaan yang semakin kuat dalam membangun pendidikan PGMI yang unggul”. Diharapkan hasil Mukernas XII tidak hanya menjadi rekomendasi organisasi, tetapi juga mampu diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan dampak langsung bagi pengembangan program studi, peningkatan kompetensi dosen, dan kualitas lulusan PGMI di seluruh Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi nasional, Mukernas XII PD-PGMI Indonesia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan guru madrasah tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan melalui kerja sama antarlembaga yang berkelanjutan. Penandatanganan MoA oleh para kaprodi menjadi simbol kuat lahirnya komitmen bersama untuk membangun jaringan akademik nasional yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
BANYUWANGI – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 6C Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kunjungan akademik ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng pada Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama yang bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat.
Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Ansari, S.Sy., M.H., dan diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Genteng, H. Syaiful Karim, M.Pd.I., beserta jajaran pegawai KUA. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat keilmuan melalui sesi observasi, diskusi, dan pemaparan materi mengenai moderasi beragama.
Dalam sambutannya, Ansari, S.Sy., M.H. menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai sarana “silaturahmi” antara civitas akademika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dengan KUA Kecamatan Genteng. Kedua, sebagai kegiatan observasi dan diskusi terkait implementasi moderasi beragama di masyarakat serta peran strategis KUA dalam membina dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Ketiga, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak KUA Kecamatan Genteng yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan mahasiswa dengan baik.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana moderasi beragama diterapkan dalam kehidupan masyarakat serta bagaimana peran KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap Ansari.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Genteng, H. Syaiful Karim, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa PAI 6C. Beliau menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu strategi penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam sesi pengarahan, H. Syaiful Karim menjelaskan bahwa terdapat empat pilar utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Menurutnya, keempat pilar tersebut harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan menghargai perbedaan.
“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara seimbang, menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan bangsa,” jelasnya di hadapan para mahasiswa.
Para mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai tantangan implementasi moderasi beragama di era digital, peran generasi muda dalam menjaga kerukunan, serta program-program KUA dalam membina masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai moderasi beragama, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia pendidikan. Kunjungan akademik ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan dalam membangun generasi yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.