FAKULTAS TARBIYAH UNIIB GELAR REVIEW KURIKULUM BERBASIS OBE, HADIRKAN PAKAR DARI UIN SUNAN KALIJAGA

BANYUWANGI — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Senin (27/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dan disiarkan melalui Zoom Meeting ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Tarbiyah dalam memperkuat mutu kurikulum di seluruh program studi yang dinaunginya.

Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Aninditya Sri Nugraheni, S.Pd., M.Pd., akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome). Kehadiran narasumber dari luar kampus ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru sekaligus memperkaya wawasan seluruh peserta dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kegiatan review kurikulum ini diikuti oleh lima program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Turut hadir dalam acara ini, Rektor UNIIB, jajaran dosen Fakultas Tarbiyah, serta perwakilan mahasiswa dari kelima program studi tersebut, sehingga proses review kurikulum dapat berjalan secara partisipatif dan menyeluruh.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, menyampaikan bahwa masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi) beserta Tim Kurikulum telah mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum.

“Alhamdulillah, masing-masing Kaprodi dan Tim Kurikulum sudah mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kegiatan review hari ini. Kami berharap seluruh dokumen ini dapat kita kaji bersama secara mendalam, sehingga hasil review kurikulum benar-benar aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujar Dr. Imam Wahyono.

Sementara itu, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pimpinan universitas kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan kegiatan review kurikulum ini.

“Pimpinan memberikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang turut mensukseskan acara review kurikulum ini. Ini adalah ikhtiar bersama untuk terus memperbaiki mutu pendidikan kita, dan saya berharap seluruh civitas akademika Fakultas Tarbiyah dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya demi lahirnya kurikulum yang unggul dan relevan,” tegas Dr. H. Lukman Hakim.

Secara umum, kurikulum berbasis OBE dirancang dengan berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas dan terukur, bukan sekadar pada proses pembelajaran semata. Pendekatan ini menempatkan kompetensi lulusan sebagai titik tolak dalam merancang mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem penilaian, sehingga setiap komponen kurikulum saling terhubung untuk memastikan mahasiswa benar-benar menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan di dunia kerja maupun masyarakat. Melalui OBE, perguruan tinggi juga dituntut untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian kurikulum secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta tuntutan zaman.

Dengan digelarnya review kurikulum ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan mampu mencetak lulusan yang berkarakter serta berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

MPI UNIIB Perkuat Jejaring Akademik pada Temu Tahunan PPMPI ke-13 dan The 8th ACIEM 2026

SITUBONDO – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) turut berpartisipasi dalam Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-13 dan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Utama Raya Situbondo. Kegiatan nasional ini dihadiri oleh para akademisi, ketua program studi, dosen, peneliti, serta praktisi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis, meliputi Forum Transformasi Kurikulum MPI Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Artificial Intelligence (AI), FGD Tematik MPI 5.0, Best Practices and Innovation Showcase, Penandatanganan Kerja Sama (MoU/PKS), serta pemberian apresiasi kepada program studi, dosen, dan mahasiswa yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi diwakili oleh dosen Program Studi MPI, Dr. Rifqi Firdaus, M.Pd., yang turut berpartisipasi sebagai presenter pada The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026. Keikutsertaan sebagai pemakalah menjadi bagian dari komitmen UNIIB dalam mengembangkan budaya akademik, memperkuat tradisi riset, serta memperluas kontribusi keilmuan di bidang Manajemen Pendidikan Islam. Forum ilmiah ini juga menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi antarakademisi dalam merespons tantangan transformasi pendidikan tinggi Islam di era digital, khususnya melalui penguatan kurikulum berbasis OBE dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence.

Momentum Temu Tahunan PPMPI ke-13 juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan 10 perguruan tinggi dari lingkungan PTKIN maupun PTKIS. Beberapa perguruan tinggi yang terlibat di antaranya UIN Sunan Ampel Surabaya, UII Dalwa Pasuruan, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Islam An-Nur Lampung serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terlaksananya berbagai program kolaboratif, seperti guest lecture, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu akademik. Dengan adanya jejaring yang semakin luas, UNIIB optimistis mampu memperkuat kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing Program Studi MPI di tingkat nasional.

Selain menjadi ajang penguatan kolaborasi dan pengembangan akademik, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada program studi, dosen, dan mahasiswa yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Pada kesempatan tersebut, Dr. Rifqi Firdaus, M.Pd., dosen MPI UNIIB yang berusia 29 tahun, memperoleh Best Award sebagai Young Researcher Award PPMPI.

Penghargaan tersebut menjadi pelengkap dari keikutsertaan aktif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam forum nasional ini sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

BAGIKAN KESAN MUNAQASYAH, HARU MAHASISWA PAI UNIIB USAI SIDANG

BANYUWANGI Rasa lega bercampur haru masih terasa di antara, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB). Keduanya membagikan kesan mereka atas proses panjang yang baru saja dilalui.

Sidang munaqasyah ini diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) sebagai bagian dari agenda akademik rutin tiap periode kelulusan. Pelaksanaannya berlangsung pada Jumat (24/7/26) secara serentak di lima ruang, yaitu Ruang A1, A2, A3, A4, dan C1, guna mengakomodasi jumlah mahasiswa yang mengikuti sidang akhir studi pada periode ini.

Miftahul Arifin, mahasiswa Prodi PAI yang akrab disapa Miftah, salah satu peserta sidang, membagikan pandangannya mengenai makna sidang munaqasyah bagi mahasiswa tingkat akhir,

“Hari ini, saya serasa menatap pintu ruang penantian. Rasanya campur aduk, ada bahagia karena satu langkah lagi selesai, dan ada sedih karena waktunya sudah usai,” ungkapnya.

Baginya, sidang munaqasyah bukan sekadar forum formal untuk pertanggungjawabkan data dan angka penelitian,

“Saya rasa di sidang ini juga bukan sekadar tempat mempertanggungjawabkan angka, melainkan perayaan kecil atas keberanian yang tak pernah mereda,” imbuh Miftah.

Di akhir keterangannya, Miftah turut menitipkan harapan sekaligus permohonan doa. “Mohon doanya, kawan-kawan, semoga langkah ini menemukan alurnya,” pungkasnya.

Senada dengan Miftah, Aisyah Ainur Rahmah, akrap disapa Aisyah, turut menyampaikan kesannya usai proses sidang,
 

“Sedikit dag dig dug, tapi ada ketenangan tersendiri. Mungkin karena dibantu doa dari orang tua, jadi ikut membantu menenangkan hati saya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa dukungan dan doa restu orang tua menjadi salah satu faktor penguat mentalnya dalam menghadapi sidang. Ia berharap, kelulusannya kelak dapat menjadi wujud persembahan atas dukungan tersebut.

“Harapan saya dari selesainya sidang skripsi ini, semoga orang tua saya bahagia dan bangga melihat perjalanan yang telah saya lalui, berkat dukungan dan motivasi yang mereka berikan,” tuturnya.

BERDERET: Mahasiswa sebagai peserta sidang munaqasyah mempersiapkan diri.

Sidang munaqasyah ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan Prodi PAI yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga siap mengaplikasikan keilmuannya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

MUNAQASYAH BERLANGSUNG SIMULTAN, 3 PRODI FAKULTAS TARBIYAH BERAKSI DI 10 MEJA

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah kembali melaksanakan agenda akademik tahunan berupa sidang munaqasyah skripsi dan jurnal ilmiah bagi mahasiswa semester akhir. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana.

Guna mempercepat pelaksanaan sidang tanpa mengurangi kualitas penilaian, panitia membagi proses ujian ke dalam 10 meja yang tersebar di beberapa ruangan. Skema ini memungkinkan mahasiswa sebagai peserta sidang dari ketiga program studi mengikuti kegiatan secara simultan sesuai jadwal yang telah ditetapkan

Setiap meja sidang diampu oleh tim penguji yang berkompeten di bidang kajian masing-masing. Selama sidang berlangsung, mahasiswa diminta memaparkan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta menjawab pertanyaan kritis dari penguji terkait metodologi, isi, maupun kontribusi keilmuan dari skripsi atau jurnal yang disusun.

Salah satu mahasiswa Program Studi PIAUD, Ageng Harta Kumala, turut membagikan kesannya menjelang sidang munaqasyah. Ia mengaku sempat merasa gugup dan tegang, namun di sisi lain juga bersyukur karena telah sampai pada tahap tersebut setelah melalui proses belajar yang panjang.

“Munaqasyah menjadi momen yang membuktikan bahwa setiap usaha, doa, dan kerja keras tidak pernah sia-sia,” ujarnya.

Kepada mahasiswa baru, Ageng turut berpesan agar menikmati setiap proses perkuliahan, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Ia juga mengajak para camaba untuk memanfaatkan setiap kesempatan guna belajar, berkembang, serta membangun relasi.

“Tetap semangat, konsisten, dan percaya bahwa setiap langkah kecil hari ini akan membawa kalian pada pencapaian besar di masa depan,” pesannya.

Rangkaian sidang munaqasyah Fakultas Tarbiyah di 10 meja tersebut berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi solid antara panitia pelaksana, pimpinan fakultas, dan program studi, sehingga seluruh proses dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

MUKERNAS XII PD-PGMI Indonesia Perkuat Sinergi Nasional, Kaprodi Sepakati Kerja Sama Antar perguruan Tinggi

Malang – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan kelembagaan, dan peningkatan mutu Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di seluruh Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang (UNISMA) ini dihadiri oleh seluruh pengurus PD-PGMI Indonesia, ketua program studi (Kaprodi), dosen PGMI, serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mukernas XII tidak hanya menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi dan menyusun arah kebijakan PD-PGMI Indonesia ke depan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, pengembangan riset kolaboratif, hingga percepatan akreditasi program studi. Berbagai agenda yang dibahas diarahkan untuk memperkuat daya saing lulusan PGMI sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan dasar Islam di Indonesia.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dalam Mukernas XII adalah pelaksanaan Memorandum of Agreement (MoA) antarpengelola Program Studi PGMI dari berbagai universitas. Penandatanganan MoA tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh kaprodi untuk membangun jejaring kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik secara bersama.

Foto Dokumentasi Kegiatan MUKERNAS

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam hal ini Ibu Eka Ramiati, M.Pd memanfaatkan momentum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII PD-PGMI Indonesia untuk memperluas jejaring kemitraan akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Kerja sama tersebut dijalin bersama Program Studi PGMI UIN Madura, Universitas Muhammadiyah Mataram, Institut Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang, dan Institut Agama Islam Qomarul Huda Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penandatanganan MoA ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi PGMI.

Dokumentasi Kaprodi PGMI saat melakukan MoA dengan beberapa perguruan tinggi

Melalui kesepakatan tersebut, masing-masing perguruan tinggi berkomitmen mengembangkan berbagai bentuk kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pelaksanaan kegiatan akademik bersama, seperti seminar nasional, kuliah tamu, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar Islam di era transformasi digital.

Ketua Program Studi PGMI Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyampaikan bahwa kerja sama antar kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas ruang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa. Melalui sinergi tersebut, setiap institusi dapat saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik baik dalam pengelolaan program studi sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan akademik secara berkelanjutan.

Penandatanganan MoA yang dilaksanakan dalam rangkaian Mukernas XII PD-PGMI Indonesia juga menjadi bukti nyata semangat kebersamaan antarprogram studi PGMI di berbagai daerah. Keberagaman latar belakang perguruan tinggi yang terlibat diharapkan dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi pengembangan kompetensi dosen, mahasiswa, serta peningkatan kualitas lulusan PGMI.

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui penyusunan program kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, kemitraan yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan diwujudkan dalam berbagai kegiatan nyata yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan budaya riset, serta pengembangan inovasi pembelajaran di lingkungan Program Studi PGMI.

Ketua panitia menyampaikan bahwa “tingginya partisipasi para kaprodi, dosen, dan pengurus PD-PGMI Indonesia menunjukkan semangat kebersamaan yang semakin kuat dalam membangun pendidikan PGMI yang unggul”. Diharapkan hasil Mukernas XII tidak hanya menjadi rekomendasi organisasi, tetapi juga mampu diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan dampak langsung bagi pengembangan program studi, peningkatan kompetensi dosen, dan kualitas lulusan PGMI di seluruh Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi nasional, Mukernas XII PD-PGMI Indonesia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan guru madrasah tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan melalui kerja sama antarlembaga yang berkelanjutan. Penandatanganan MoA oleh para kaprodi menjadi simbol kuat lahirnya komitmen bersama untuk membangun jaringan akademik nasional yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

MAHASISWA PRODI PAI 6C UNIVERSITAS ISLAM IBRAHIMY BANYUWANGI KUNJUNGI KUA GENTENG, DALAMI MODERASI BERAGAMA

BANYUWANGI – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 6C Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kunjungan akademik ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng pada Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama yang bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat.

Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Ansari, S.Sy., M.H., dan diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Genteng, H. Syaiful Karim, M.Pd.I., beserta jajaran pegawai KUA. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat keilmuan melalui sesi observasi, diskusi, dan pemaparan materi mengenai moderasi beragama.

Dalam sambutannya, Ansari, S.Sy., M.H. menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai sarana “silaturahmi” antara civitas akademika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dengan KUA Kecamatan Genteng. Kedua, sebagai kegiatan observasi dan diskusi terkait implementasi moderasi beragama di masyarakat serta peran strategis KUA dalam membina dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Ketiga, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak KUA Kecamatan Genteng yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan mahasiswa dengan baik.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana moderasi beragama diterapkan dalam kehidupan masyarakat serta bagaimana peran KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap Ansari.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Genteng, H. Syaiful Karim, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa PAI 6C. Beliau menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu strategi penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam sesi pengarahan, H. Syaiful Karim menjelaskan bahwa terdapat empat pilar utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Menurutnya, keempat pilar tersebut harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan menghargai perbedaan.

“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara seimbang, menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan bangsa,” jelasnya di hadapan para mahasiswa.

Para mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai tantangan implementasi moderasi beragama di era digital, peran generasi muda dalam menjaga kerukunan, serta program-program KUA dalam membina masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai moderasi beragama, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia pendidikan. Kunjungan akademik ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan dalam membangun generasi yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Fakultas Tarbiyah UNIIB Gelar Peninjauan Kurikulum OBE Bersama Lima Program Studi

Banyuwangi – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) pada tanggal 04/06/2026 menyelenggarakan kegiatan Rapat Peninjauan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di Ruang Meeting Fakultas Tarbiyah yang melibatkan lima program studi, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan regulasi terbaru.

Rapat peninjauan kurikulum tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah (Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I) Ketua Program Studi PAI (Dr. Imam Mashuri, M.Pd), Ketua Program Studi PGMI (Eka Ramiati, M.Pd), Ketua Program Studi PIAUD (Riris Wahyuningsih, M.Pd), Ketua Program Studi Tadris Matematika (Alex Haris Fauzi, M.Pd), dan Ketua Program Studi MPI (Nurul Fatimah, M.Pd), serta tim penyusun dan peninjau kurikulum dari masing-masing program studi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan stakeholder.

Dekan Fakultas Tarbiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum merupakan agenda penting yang harus dilakukan secara berkala guna menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital dan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi. Menurutnya, kurikulum yang adaptif dan relevan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing.

Dalam prosesnya, masing-masing program studi membentuk tim peninjauan kurikulum yang bertugas melakukan kajian terhadap struktur kurikulum, profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, serta relevansinya dengan kebutuhan pengguna lulusan. Selain itu, proses peninjauan juga melibatkan masukan dari pakar, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa guna memperoleh perspektif yang komprehensif dalam penyusunan kurikulum yang berkualitas.

Melalui kegiatan peninjauan kurikulum ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB berharap dapat menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, memperkuat kualitas akademik program studi, serta mendukung pencapaian visi fakultas dalam mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, religius, dan berdaya saing global.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut pada masing-masing program studi. Fakultas juga menekankan pentingnya dokumentasi dan publikasi kegiatan melalui media sosial fakultas maupun program studi sebagai bagian dari transparansi dan diseminasi informasi kepada masyarakat akademik.

Belajar Statistika Jadi Seru! Mahasiswa Tadris Matematika UNIIB Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan di MTs Unggulan Al-Munawwiri Sempu

Banyuwangi — Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon guru matematika profesional melalui program MATRIKS (Mahasiswa Tadris Matematika ke Sekolah). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 di kelas VIII MTs Unggulan Al-Munawwiri Sempu dengan mengangkat materi Statistika yang meliputi Mean, Median, dan Modus.

Dalam kegiatan tersebut, empat mahasiswi Tadris Matematika UNIIB terjun langsung mengajar siswa dengan pendekatan pembelajaran aktif dan menyenangkan. Mereka adalah Silma Maulidatul Wafiroh(2024394900018), Fida Nur Sabila(2024394900015), Ameliya Rahmawati Ananta(2024394900014), dan Alfina Aulia Risma(2024394900013).

Suasana kelas tampak hidup sejak awal pembelajaran. Para siswa diajak memahami konsep statistika melalui diskusi kelompok, permainan edukatif, serta latihan soal kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan student-centered learning yang diterapkan membuat siswa lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan berani menyampaikan pendapat.

Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menjelaskan bahwa program MATRIKS merupakan bentuk praktik nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi mengajar sebelum terjun ke dunia pendidikan secara profesional.

“Kegiatan MATRIKS ini merupakan kegiatan praktik mengajar yang akan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa bagaimana mengajar matematika di kelas dengan menggunakan pendekatan student-centered learning melalui kegiatan yang menyenangkan dan menggugah motivasi belajar siswa sembari menerapkan ilmu yang telah didapat dari perkuliahan. Selain itu, program ini juga menjadi ajang memperkenalkan kehadiran Prodi Tadris Matematika UNIIB kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman langsung di kelas menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, dan profesional di masa depan.

Kegiatan MATRIKS mendapat sambutan positif dari pihak MTs Unggulan Al-Munawwiri Sempu. Siti Wafirotul K., S.Pd., selaku guru Matematika, mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan metode pembelajaran yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.

“Program MATRIKS ini sangat positif karena mampu menghadirkan suasana belajar matematika yang lebih menyenangkan dan interaktif bagi siswa. Siswa juga mendapatkan suasana pembelaaran yang baru dengan kegiatan interaktif di kelas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi program tahunan di MTs Unggulan Al-Munawwiri Sempu,” tuturnya.

Melalui program MATRIKS, Prodi Tadris Matematika UNIIB tidak hanya memberikan ruang praktik bagi mahasiswa, tetapi juga berupaya membangun kolaborasi dengan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang inovatif dan inspiratif. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa matematika dapat dipelajari dengan cara yang menarik, komunikatif, dan dekat dengan dunia siswa.

Program MATRIKS UNIIB Bekali Mahasiswa Pengalaman Mengajar di MTs Darur Ridwan Songgon

BANYUWANGI ­– Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali melaksanakan program MATRIKS (Mahasiswa Tadris Matematika ke Sekolah) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan kali ini dilaksanakan di kelas VII MTs Darur Ridwan Songgon dengan materi pembelajaran Bangun Datar.

Melalui program ini, mahasiswa Tadris Matematika UNIIB mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung ke dunia pendidikan dan mengajar di kelas sebagai bekal pengalaman sebelum nantinya menjadi pendidik profesional. Pembelajaran dikemas secara aktif dan interaktif dengan pendekatan student centered learning sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi matematika dengan suasana belajar yang menyenangkan.

Empat mahasiswi yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Silna Azkiya Firhana (2024394900019), Anugrah Widianingsih (2024394900022), Nyiur Raya Kirana (2024394900017), dan Sabbina Rizqiyatul Atiqoh (2539490012). Kehadiran mereka disambut antusias oleh para siswa MTs Darur Ridwan Songgon.

Menurut Alex Haris Fauzi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, kegiatan MATRIKS merupakan program praktik mengajar yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang proses pembelajaran matematika di kelas.

“Program MATRIKS ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa bagaimana mengajar matematika di kelas dengan menggunakan pendekatan student centered learning. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan keberadaan Program Studi Tadris Matematika UNIIB kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Arvina Balqis Arsyad, S.Pd., turut memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan program MATRIKS di MTs Darur Ridwan Songgon. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi program tahunan di sekolah.

Dengan adanya kegiatan MATRIKS, Program Studi Tadris Matematika UNIIB terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon guru matematika yang profesional, inovatif, dan siap mengabdi di dunia pendidikan.

LESTARIKAN KULTUR AKADEMIK, DEMA-F TARBIYAH GELAR PELATIHAN KTI

BANYUWANGI – Semangat membangun budaya akademik digaungkan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bertema “Penguatan Karakter Akademik: dari Gagasan Menjadi Karya” yang digelar pada Selasa, (19/5/26) di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya DEMA-F Tarbiyah dalam melestarikan kultur akademik di lingkungan kampus, khususnya dalam membangun tradisi literasi dan kepenulisan ilmiah di kalangan mahasiswa. Tidak hanya diikuti mahasiswa Fakultas Tarbiyah, acara juga dihadiri mahasiswa dari Fakultas Dakwah, Syari’ah, Ekonomi Bisnis, hingga lintas kampus seperti Universitas Islam KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) dan Universitas Bakti Indonesia (UBI).

DARING: Prof. Dr. H. Sabarudin, M.Si., Guru besar bidang ilmu sosiologi Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai keynote speaker.

Dalam rangkaian acara, panitia menghadirkan Prof. Dr. H. Sabarudin, M.Si., Guru besar bidang ilmu sosiologi Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai keynote speaker yang secara daring via Google Meet dan ditampilkan melalui videotron. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa karakter akademik mahasiswa tidak hanya dibangun melalui kecerdasan berpikir, tetapi juga melalui kejujuran ilmiah, budaya membaca, tradisi menulis, wawasan yang luas, sikap kritis, serta kedisiplinan.

PODIUM: Kaprodi Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Mashuri, M.Pd., dalam sambutan.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Mashuri, M.Pd., turut berikan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan, bahwa seorang penulis karya tulis ilmiah harus mampu mempertanggungjawabkan tulisan yang dibuatnya, baik dari sisi data, sumber, maupun isi pembahasannya.

MENGISI: Nur Laili, S.Pd., mahasiswa Magister UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam forum.

Tidak sekadar seremonial, acara inti juga diisi dengan pemaparan mengenai langkah awal menulis karya tulis ilmiah oleh Nur Laili, S.Pd., alumni Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, yang saat ini melanjutkan studinya di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam materinya, ia menyampaikan bahwa membangun tradisi keilmuan harus dimulai dari fondasi yang kuat berupa kemauan membaca, keberanian berpikir, serta kesungguhan dalam menulis.

SAMBUTAN: Gubernur DEMA-F Tarbiyah, Millah Astika Suci, sampaikan tanggapannya.

Sementara itu, Gubernur DEMA-F Tarbiyah, Millah Astika Suci, wanita yang kerap disapa Milla dalam sambutannya sampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk respon terhadap kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi tugas akhir. Menurutnya, mahasiswa perlu mengenal artikel dan jurnal ilmiah sejak dini agar lebih siap dalam proses akademik ke depan.

Dalam closing statementnya sebagai moderator pada acara inti, Millah juga menegaskan bahwa pelatihan KTI ini bersifat berkelanjutan. Oleh karena itu, peserta diharapkan tetap mengikuti Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disiapkan panitia sebagai wadah pengembangan kemampuan menulis ilmiah secara sustainable.

Melalui kegiatan ini, DEMA-F Tarbiyah UNIIB berharap semangat akademik dan budaya literasi mahasiswa terus tumbuh, sehingga mampu melahirkan generasi intelektual yang aktif berkarya dan berkontribusi melalui tulisan ilmiah.