Mahasiswa Tadris Matematika UNIIB Raih Juara III Lomba Karya Ilmiah Nasional Festival ADMAPETA 2026

BANYUWANGI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB). Tim mahasiswa semester 3 berhasil meraih Juara III (Medali Perunggu) pada ajang Lomba Karya Ilmiah Bidang Pendidikan Matematika dalam rangka Festival ADMAPETA 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Prodi Matematika, Statistika, Pendidikan/Tadris Matematika Perguruan Tinggi Keislaman (ADMAPETA-PTKI).

Festival ADMAPETA 2026 berlangsung sejak 1 September hingga 9 Oktober 2026 dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi keislaman dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam melakukan penelitian serta menuangkan gagasan ilmiah yang inovatif di bidang Matematika, Statistika, Pendidikan/Tadris Matematika.

Tim peraih medali perunggu berasal dari mahasiswa semester 3 Prodi Tadris Matematika UNIIB yang terdiri atas Chidzyam Chudzaqi sebagai ketua tim, bersama Abdul Hadi Raja Mabrur dan Dewi Maulida Lestari.

Selain mengikuti cabang lomba karya ilmiah, Prodi Tadris Matematika UNIIB juga mengirimkan satu tim mahasiswa semester 5 pada cabang Lomba Video Pembelajaran Matematika TikTok. Meskipun pada kesempatan kali ini belum berhasil meraih juara, partisipasi tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa.

Ketua tim peraih Juara III, Chidzyam Chudzaqi, mengaku tidak menyangka timnya mampu membawa pulang medali perunggu. Menurutnya, persiapan yang dilakukan tergolong singkat, sementara para peserta yang menjadi kompetitor berasal dari berbagai perguruan tinggi keislaman negeri yang memiliki pengalaman dan sumber daya yang kuat.

“Sejujurnya, kami tidak menyangka bisa mendapatkan juara. Persiapannya cukup mepet, apalagi melihat peserta lain sebagian besar berasal dari kampus-kampus Islam negeri. Awalnya kami hanya ingin memberikan yang terbaik dan menyelesaikan penelitian ini dengan maksimal. Alhamdulillah, ternyata usaha kami membuahkan hasil,” ungkap Chidzyam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, Alex Haris Fauzi, yang selama proses kompetisi memberikan pendampingan secara intensif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Alex Haris Fauzi yang telah membimbing kami sejak proses menemukan ide penelitian, pengambilan data, hingga penyusunan draft artikel ilmiah. Banyak masukan yang kami terima sehingga karya ini bisa berkembang dengan lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menilai bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kesungguhan mahasiswa dalam belajar sekaligus membangun budaya riset sejak dini.

Menurutnya, kompetisi ilmiah bukan semata-mata tentang mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meneliti, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

“Ajang seperti ini bukan hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi salah satu bentuk implementasi profil lulusan Prodi Tadris Matematika UNIIB, yaitu sebagai peneliti di bidang pendidikan matematika. Melalui proses penelitian, mahasiswa belajar mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengomunikasikan hasilnya secara ilmiah. Kompetensi seperti inilah yang terus kami dorong untuk berkembang.”

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi, termasuk tim yang mengikuti lomba Video Pembelajaran Matematika TikTok.

“Saya juga mengapresiasi teman-teman yang sudah berani mengikuti kompetisi meskipun belum memperoleh hasil yang diharapkan. Jangan berkecil hati. Dalam setiap perlombaan selalu ada proses belajar yang sangat berharga. Insyaallah tahun depan kita persiapkan lebih matang lagi dan ikut kembali dengan semangat yang lebih besar.”

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNIIB untuk terus aktif berkarya, berinovasi, dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik, sehingga mampu mengharumkan nama Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional.

Fakultas Tarbiyah Gelar Kuliah Umum Bincang Menjadi Pendidik Masa Depan

Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di Auditorium R. KH. As’ad Syamsul Arifin. Kegiatan ini mengusung tema “Menjadi Pendidik Masa Depan: Berilmu, Berkarakter, Adaptif, dan Melek Teknologi.”

Kegiatan ini menghadirkan Assc. Prof. Dr. Mohammad Kholil, S.Si., M.Pd. sebagai narasumber. Kuliah umum ini bertujuan memberikan wawasan dan inspirasi kepada mahasiswa mengenai tantangan dunia pendidikan di masa depan, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pendidik yang profesional, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menyampaikan pentingnya mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak mulia. Perkembangan teknologi menuntut calon pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, berinovasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran.

Dekan Fakultas Tarbiyah juga berharap kegiatan kuliah umum ini dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan motivasi belajar, dan membangun kesiapan menghadapi tantangan profesi guru di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, nilai-nilai karakter, dan kecakapan teknologi dalam praktik pendidikan.

Dalam pemaparannya, narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada mahasiswa tentang pentingnya inovasi pembelajaran, pengembangan kompetensi profesional, serta pembentukan karakter dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan calon pendidik yang kompeten, berkarakter, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas dan mencetak generasi pendidik yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pewarta: Tarbiyah

Resmi Diterjunkan, Mahasiswa PLP Fakultas Tarbiyah UNIIB 2026 Siap Mengasah Kompetensi Mengajar

Banyuwangi – Usai sukses melaksanakan pembekalan kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) Fakultas Tarbiyah UNIIB (Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi) kini resmi menerjunkan mahasiswa pada Senin, 28 September 2026.


Sebanyak 167 mahasiswa terdiri dari 4 prodi yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), dan Tadris Matematika melaksanakan kegiatan PLP ke 19 sekolah. Kegiatan yang berlangsung mulai 28 September 2026 hingga 07 November 2026 berada di bawah pengawasan Dosen Pembimbing dan Guru Pamong di masing-masing sekolah.
Penerjunan serempak di 19 sekolah mendapatkan sambutan yang baik dari setiap lembaga yang terlibat. Pihak masing-masing sekolah merasa terbantu akan adanya mahasiswa PLP di lembaga masing-masing. Sebelum memulai penerjunan sekolah juga sudah melaksanakan kegiatan penyamaan presepsi dengan Fakultas Tarbiyah.

Baca Juga: Penguatan Kompetensi DPL Fakultas Tarbiyah

Melalui penerjunan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa agar mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman praktis dalam proses pembelajaran, pengelolan kelas, serta memahami budaya dan dinamika sekolah.


Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I mengungkapkan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori yang telah dipelajari selama di bangku perkuliahan melalui mata kuliah PPL 1 (Microteaching) dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Lebih lanjut selama berlangsungnya kegiatan PLP mahasiswa wajib mematuhi segala peraturan yang berlangsung di lembaga masing-masing. Mahasiswa juga dihimbau untuk selalu menjaga kedisiplinan, etika, dan memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri. Selain itu kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momen untuk menjalin sinergi yang baik antara perguruan tinggi terutama Fakultas Tarbiyah dengan masing-masing lembaga.

Penguatan Kompetensi DPL, Fakultas Tarbiyah Bekali Dosen dengan Strategi Pembelajaran Adaptif dan Berbasis Teknologi

BANYUWANGI— Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) Banyuwangi terus memperkuat kesiapan dosen pendamping lapangan (DPL) dalam mendampingi mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen dan Pembekalan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang mengangkat tema “Merancang Pembelajaran Masa Kini: Penguatan Kompetensi DPL dalam Membimbing Pembelajaran Adaptif dan Berbasis Teknologi pada Program PLP”, Selasa (22/9/2026), di Meeting Room Ibrahimy.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peran DPL tidak hanya sebatas melakukan monitoring mahasiswa selama PLP, tetapi juga menjadi pendamping akademik yang mampu mengarahkan mahasiswa untuk memahami dinamika pembelajaran di sekolah secara kontekstual.

Pembekalan menghadirkan Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., dosen UIN KHAS Jember, sebagai narasumber. Materi pembekalan diarahkan pada penguatan kapasitas DPL dalam membimbing mahasiswa menghadapi pembelajaran yang semakin dinamis, adaptif, dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., dosen UIN KHAS Jember, sebagai narasumber.

Melalui kegiatan ini, DPL diharapkan memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam memberikan pendampingan, terutama dalam mengarahkan mahasiswa untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, memanfaatkan teknologi secara tepat, serta tetap berpijak pada prinsip pedagogis dan tujuan pembelajaran.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pelaksanaan PLP Fakultas Tarbiyah UNIIB. Dengan penguatan kompetensi DPL, pendampingan mahasiswa selama berada di sekolah mitra diharapkan berlangsung lebih terarah, reflektif, dan mampu menjembatani antara kompetensi akademik yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik pembelajaran di lapangan.

Pewarta: Fakultas Tarbiyah.

BANGUN KOMPETENSI CALON GURU, PRODI TADRIS MATEMATIKA UNIIB GELAR KULIAH TAMU

BANYUWANGI – Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “From Mathematics Student to Innovative Educator: Membangun Kompetensi dan Profesionalisme Calon Guru Matematika.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (21/9/2026) bertempat di Meeting Room UNIIB, dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Eko Pramesti Sumarto, S.Mat., Guru Matematika SMKN 1 Tegalsari, dan Alex Haris Fauzi, M.Pd., Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB.

Kegiatan kuliah tamu ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya kompetensi dan profesionalisme dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru matematika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan, motivasi, dan inspirasi terkait pengembangan keterampilan mengajar serta penerapan inovasi dalam pembelajaran matematika.

Selain menjadi sarana untuk menambah wawasan akademik, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mempersiapkan diri menghadapi praktik pembelajaran di sekolah. Melalui kuliah tamu ini, Program Studi Tadris Matematika UNIIB berkomitmen untuk mendukung terciptanya calon guru matematika yang berintegritas, profesional, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan perkembangan pendidikan.

SEREMPAK: Tadris Matematika UNIIB asah kompetensi dan profesionalisme calon guru Matematika.

Kegiatan kuliah tamu ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan narasumber, berbagi pengalaman, serta memperoleh gambaran mengenai tantangan dan peluang dalam profesi guru matematika. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi diri, mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran, dan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan.

JELANG PENERJUNAN, 167 MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH UNIIB MATANGKAN KESIAPAN PLP

BANYUWANGI — Sebanyak 167 mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) mengikuti Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada Senin, (21/9/2026) bertempat di Auditorium KHR As’ad Syamsul Arifin UNIIB. Kegiatan ini menjadi tahap penting untuk mematangkan kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke satuan pendidikan mitra sekaligus mengintegrasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman pendidikan secara langsung di lapangan. Peserta berasal dari empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Tadris Matematika.

Kegiatan dibuka sekaligus diberikan arahan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I. Dalam arahannya, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kesiapan akademik, profesionalisme, etika, serta kemampuan beradaptasi sebelum memasuki lingkungan sekolah dan madrasah. PLP tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di sekolah, tetapi juga menjadi proses pembelajaran profesional melalui kegiatan mengamati, memahami, merancang, dan mempraktikkan berbagai aktivitas pendidikan sesuai karakteristik satuan pendidikan.

Untuk memperkuat kesiapan mahasiswa, Fakultas Tarbiyah menghadirkan tim ahli dari masing-masing program studi. Mahasiswa PAI mendapatkan pembekalan dari Sunarno, M.Pd., mahasiswa PGMI dari Eko Subiyantoro, S.Pd., Gr., seorang Guru Penggerak, mahasiswa PIAUD dari Siti Nur Umamah, M.Pd., Pengawas PAUD Kabupaten Banyuwangi, dan mahasiswa Tadris Matematika dari Eko Pramesti Sumarto, S.Mat. Seluruh materi diarahkan pada kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi praktik pendidikan di lapangan, khususnya penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran, serta perencanaan kegiatan kokurikuler. Pada pembekalan PAI, mahasiswa juga mendapatkan penguatan terkait pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pembelajaran.

Melalui pembekalan tersebut, Fakultas Tarbiyah UNIIB berupaya memastikan mahasiswa memiliki bekal yang memadai sebelum menjalankan PLP. Kehadiran para praktisi dan tenaga profesional pendidikan memberikan perspektif kontekstual agar mahasiswa tidak hanya memahami pembelajaran secara teoritis, tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan kondisi dan karakteristik peserta didik di satuan pendidikan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan PLP secara profesional, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadikan pengalaman di sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan calon pendidik yang kompeten.

Pewarta: Fakultas Tarbiyah.

PRODI TADRIS MATEMATIKA UNIIB SOSIALISASIKAN VISI MISI, MAHASISWA SEMESTER 1-7 JUGA DILIBATKAN

BANYUWANGI – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Visi dan Misi Program Studi Tadris Matematika pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Studi Tadris Matematika dari semester 1 hingga semester 7.

FOTO BARENG: Program Studi Tadris Matematika dalam sosialisasi visi misi, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika terhadap arah pengembangan dan tujuan Program Studi Tadris Matematika. Dalam kegiatan tersebut disampaikan visi keilmuan program studi, yaitu “Menghasilkan sarjana pendidikan matematika yang kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, berjiwa entrepreneur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah pada tahun 2031.”

Selain visi, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai misi Program Studi Tadris Matematika yang mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran matematika yang unggul, inovatif, dan berbasis teknologi; menghasilkan penelitian pendidikan matematika yang bereputasi dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan pendidikan matematika; serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kaprodi Tadris Matematika, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menyampaikan bahwa sosialisasi visi dan misi merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memahami arah pengembangan program studi. “Visi dan misi bukan hanya menjadi dokumen program studi, tetapi harus dipahami dan diwujudkan bersama melalui pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan,” ungkapnya.

FORUM: Sosialisasi visi misi prodi tadris matematika, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam mendukung pencapaian visi Program Studi Tadris Matematika hingga tahun 2031. Dengan adanya pemahaman yang sama, seluruh sivitas akademika diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan program studi yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, berjiwa entrepreneur, serta berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Setelah kegiatan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan survei pemahaman visi dan misi yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari evaluasi tingkat pemahaman terhadap visi dan misi Program Studi Tadris Matematika.

Pewarta: Prodi Tadris Matematika.

PERKUAT SINERGI PLP, FAKULTAS TARBIYAH UNIIB SATUKAN PERSEPSI BERSAMA 19 SEKOLAH MITRA

BANYUWANGI — Sebanyak 19 sekolah mitra hadir dalam kegiatan “Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP)” yang digelar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), Sabtu (19/9/2026), di Meeting Room UNIIB. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara kampus dan sekolah mitra sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

FORUM: Tarbiyah jalankan penyamaan persepsi menuju PLP.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian teknis PLP, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman, komunikasi, dan komitmen bersama antara Fakultas Tarbiyah dan sekolah mitra. Melalui penyamaan persepsi, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang selaras mengenai arah, mekanisme, peran, serta tanggung jawab dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan kegiatan PLP.

Dalam forum tersebut, Fakultas Tarbiyah menyampaikan sejumlah hal penting terkait pelaksanaan PLP, meliputi ketentuan dan tahapan kegiatan, tugas mahasiswa, mekanisme pendampingan, koordinasi dengan guru pamong, monitoring, hingga evaluasi pelaksanaan. Berbagai aspek teknis tersebut dibahas sebagai upaya memastikan kegiatan PLP dapat berlangsung secara tertib dan memberikan pengalaman lapangan yang optimal bagi mahasiswa.

Kehadiran perwakilan dari 19 sekolah mitra juga membuka ruang dialog dua arah. Pihak sekolah dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, serta berbagai kondisi teknis yang perlu menjadi perhatian bersama. Dialog ini menjadi bagian penting dalam membangun pola kerja sama yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berorientasi pada kemitraan dan peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.

Bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB, sekolah mitra merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Lingkungan sekolah menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami dinamika pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB bersama 19 sekolah mitra menyatukan langkah untuk menghadirkan pelaksanaan PLP yang lebih terarah, komunikatif, dan bermakna. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara UNIIB dan sekolah-sekolah mitra.

Penyamaan persepsi hari ini menjadi langkah awal untuk menyamakan langkah di lapangan: bersinergi, mendampingi, dan bersama-sama menyiapkan calon pendidik serta tenaga kependidikan yang profesional dan berkarakter.

Pewarta: Fakultas Tarbiyah.

Belajar dari Program Studi Terakreditasi Unggul, Fakultas Tarbiyah UNIIB Benchmarking Tata Kelola dan Mutu ke UNUJA

PROBOLINGGO — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu menuju Fakultas Unggul 2030.

Kunjungan tersebut secara khusus dilaksanakan bersama Fakultas Agama Islam UNUJA dengan fokus mempelajari praktik baik pengelolaan program studi yang telah mencapai akreditasi Unggul, khususnya Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Matematika.

Ketiga program studi tersebut menjadi salah satu rujukan penting bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memahami strategi membangun dan mempertahankan mutu program studi hingga mampu mencapai predikat Unggul.

Dalam kegiatan benchmarking, pembahasan diarahkan pada berbagai aspek yang menjadi fondasi pencapaian mutu program studi. Di antaranya meliputi tata kelola fakultas dan program studi, sistem penjaminan mutu internal, pengelolaan sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan mahasiswa dan lulusan, kerja sama, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Fakultas Tarbiyah UNIIB juga menggali bagaimana sistem penjaminan mutu diterapkan secara nyata dalam pengelolaan program studi. Hal tersebut mencakup bagaimana standar mutu disusun, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Pengalaman UNUJA dalam mengembangkan program studi terakreditasi Unggul menjadi pembelajaran penting bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB. Benchmarking tidak hanya diarahkan untuk melihat dokumen atau capaian akhir, tetapi juga memahami proses, budaya kerja, strategi, dan konsistensi implementasi mutu yang menjadi bagian dari perjalanan program studi menuju keunggulan.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mempersiapkan Fakultas Tarbiyah menuju target Fakultas Unggul 2030.

“Kami ingin belajar dari program studi yang telah membuktikan pencapaian mutu. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya predikat Unggulnya, tetapi bagaimana tata kelola, budaya mutu, sistem penjaminan mutu, dan strategi pengembangan program studi dibangun hingga menghasilkan capaian tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman UNUJA dapat menjadi referensi bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk melakukan refleksi terhadap sistem yang selama ini telah berjalan sekaligus mengidentifikasi ruang-ruang yang masih perlu diperkuat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik dan dialogis. Kedua institusi saling bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan dan strategi dalam mengembangkan program studi. Diskusi juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Selain memperkuat wawasan kelembagaan, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan UNUJA dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan mutu program studi.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB terus memperkuat komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Praktik baik yang diperoleh dari UNUJA akan menjadi bahan refleksi dan pertimbangan dalam pengembangan tata kelola serta sistem penjaminan mutu di lingkungan Fakultas Tarbiyah UNIIB.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk membangun tata kelola yang semakin efektif, sistem penjaminan mutu yang semakin kuat, serta program studi yang berdaya saing dan berorientasi pada mutu, sebagai bagian dari target besar “Fakultas Unggul 2030.”

FAKULTAS TARBIYAH UNIIB LAKUKAN BENCHMARKING KE UNIVERSITAS ULUWIYAH MOJOKERTO, PERKUAT TATA KELOLA DAN PENJAMINAN MUTU MENUJU FAKULTAS UNGGUL 2030

MOJOKERTO — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Uluwiyah (UNU) Mojokerto, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu sebagai langkah menuju terwujudnya Fakultas Unggul 2030.

Kegiatan benchmarking mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola dan Penjaminan Mutu Menuju Fakultas Unggul 2030”. Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik, pengalaman, serta strategi pengembangan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam membangun tata kelola yang efektif, sistematis, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Rombongan Fakultas Tarbiyah UNIIB diterima oleh jajaran pimpinan Universitas Uluwiyah Mojokerto yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Wakil Dekan I, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Sementara itu, dari Fakultas Tarbiyah UNIIB hadir di antaranya Dekan Fakultas Tarbiyah beserta jajarannya dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, perwakilan Universitas Uluwiyah menyambut baik kegiatan benchmarking yang dilakukan Fakultas Tarbiyah UNIIB. Pertemuan tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk membangun jejaring kelembagaan sekaligus saling belajar mengenai pengelolaan perguruan tinggi dan penguatan budaya mutu.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek strategis, terutama terkait tata kelola fakultas, sistem penjaminan mutu internal, mekanisme monitoring dan evaluasi, pengelolaan program studi, peningkatan kinerja dosen dan tenaga kependidikan, serta strategi membangun budaya mutu di lingkungan akademik.

Bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan kelembagaan, tetapi juga sebagai proses refleksi dan pembelajaran untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan bahwa penguatan tata kelola dan penjaminan mutu merupakan fondasi penting dalam mewujudkan fakultas yang unggul dan berkelanjutan.

“Benchmarking ini menjadi bagian dari ikhtiar Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk terus melakukan perbaikan. Kita tidak hanya ingin mengetahui bagaimana perguruan tinggi lain mengelola tata kelola dan mutu, tetapi juga belajar dari praktik baik yang dapat kita adaptasi untuk memperkuat sistem di Fakultas Tarbiyah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam membangun budaya mutu, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta memastikan setiap program dan kebijakan fakultas berjalan berdasarkan standar mutu yang terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking ditutup dengan sesi dokumentasi dan penguatan jejaring kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan Universitas Uluwiyah Mojokerto. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pertukaran pengalaman, pengembangan program bersama, serta peluang kerja sama kelembagaan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah UNIIB menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan bertransformasi. Penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu, dan budaya mutu menjadi bagian penting dari perjalanan Fakultas Tarbiyah UNIIB menuju visi Fakultas Unggul 2030.