Belajar dari Program Studi Terakreditasi Unggul, Fakultas Tarbiyah UNIIB Benchmarking Tata Kelola dan Mutu ke UNUJA
PROBOLINGGO — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu menuju Fakultas Unggul 2030.
Kunjungan tersebut secara khusus dilaksanakan bersama Fakultas Agama Islam UNUJA dengan fokus mempelajari praktik baik pengelolaan program studi yang telah mencapai akreditasi Unggul, khususnya Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Matematika.
Ketiga program studi tersebut menjadi salah satu rujukan penting bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memahami strategi membangun dan mempertahankan mutu program studi hingga mampu mencapai predikat Unggul.
Dalam kegiatan benchmarking, pembahasan diarahkan pada berbagai aspek yang menjadi fondasi pencapaian mutu program studi. Di antaranya meliputi tata kelola fakultas dan program studi, sistem penjaminan mutu internal, pengelolaan sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan mahasiswa dan lulusan, kerja sama, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Fakultas Tarbiyah UNIIB juga menggali bagaimana sistem penjaminan mutu diterapkan secara nyata dalam pengelolaan program studi. Hal tersebut mencakup bagaimana standar mutu disusun, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Pengalaman UNUJA dalam mengembangkan program studi terakreditasi Unggul menjadi pembelajaran penting bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB. Benchmarking tidak hanya diarahkan untuk melihat dokumen atau capaian akhir, tetapi juga memahami proses, budaya kerja, strategi, dan konsistensi implementasi mutu yang menjadi bagian dari perjalanan program studi menuju keunggulan.
Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mempersiapkan Fakultas Tarbiyah menuju target Fakultas Unggul 2030.
“Kami ingin belajar dari program studi yang telah membuktikan pencapaian mutu. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya predikat Unggulnya, tetapi bagaimana tata kelola, budaya mutu, sistem penjaminan mutu, dan strategi pengembangan program studi dibangun hingga menghasilkan capaian tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman UNUJA dapat menjadi referensi bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk melakukan refleksi terhadap sistem yang selama ini telah berjalan sekaligus mengidentifikasi ruang-ruang yang masih perlu diperkuat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik dan dialogis. Kedua institusi saling bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan dan strategi dalam mengembangkan program studi. Diskusi juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Selain memperkuat wawasan kelembagaan, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan UNUJA dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan mutu program studi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB terus memperkuat komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Praktik baik yang diperoleh dari UNUJA akan menjadi bahan refleksi dan pertimbangan dalam pengembangan tata kelola serta sistem penjaminan mutu di lingkungan Fakultas Tarbiyah UNIIB.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk membangun tata kelola yang semakin efektif, sistem penjaminan mutu yang semakin kuat, serta program studi yang berdaya saing dan berorientasi pada mutu, sebagai bagian dari target besar “Fakultas Unggul 2030.”
