Penguatan Kompetensi DPL, Fakultas Tarbiyah Bekali Dosen dengan Strategi Pembelajaran Adaptif dan Berbasis Teknologi

BANYUWANGI— Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) Banyuwangi terus memperkuat kesiapan dosen pendamping lapangan (DPL) dalam mendampingi mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen dan Pembekalan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang mengangkat tema “Merancang Pembelajaran Masa Kini: Penguatan Kompetensi DPL dalam Membimbing Pembelajaran Adaptif dan Berbasis Teknologi pada Program PLP”, Selasa (22/9/2026), di Meeting Room Ibrahimy.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peran DPL tidak hanya sebatas melakukan monitoring mahasiswa selama PLP, tetapi juga menjadi pendamping akademik yang mampu mengarahkan mahasiswa untuk memahami dinamika pembelajaran di sekolah secara kontekstual.

Pembekalan menghadirkan Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., dosen UIN KHAS Jember, sebagai narasumber. Materi pembekalan diarahkan pada penguatan kapasitas DPL dalam membimbing mahasiswa menghadapi pembelajaran yang semakin dinamis, adaptif, dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I., dosen UIN KHAS Jember, sebagai narasumber.

Melalui kegiatan ini, DPL diharapkan memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam memberikan pendampingan, terutama dalam mengarahkan mahasiswa untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, memanfaatkan teknologi secara tepat, serta tetap berpijak pada prinsip pedagogis dan tujuan pembelajaran.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pelaksanaan PLP Fakultas Tarbiyah UNIIB. Dengan penguatan kompetensi DPL, pendampingan mahasiswa selama berada di sekolah mitra diharapkan berlangsung lebih terarah, reflektif, dan mampu menjembatani antara kompetensi akademik yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik pembelajaran di lapangan.

Pewarta: Fakultas Tarbiyah.

BANGUN KOMPETENSI CALON GURU, PRODI TADRIS MATEMATIKA UNIIB GELAR KULIAH TAMU

BANYUWANGI – Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “From Mathematics Student to Innovative Educator: Membangun Kompetensi dan Profesionalisme Calon Guru Matematika.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (21/9/2026) bertempat di Meeting Room UNIIB, dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Eko Pramesti Sumarto, S.Mat., Guru Matematika SMKN 1 Tegalsari, dan Alex Haris Fauzi, M.Pd., Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB.

Kegiatan kuliah tamu ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya kompetensi dan profesionalisme dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru matematika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan, motivasi, dan inspirasi terkait pengembangan keterampilan mengajar serta penerapan inovasi dalam pembelajaran matematika.

Selain menjadi sarana untuk menambah wawasan akademik, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mempersiapkan diri menghadapi praktik pembelajaran di sekolah. Melalui kuliah tamu ini, Program Studi Tadris Matematika UNIIB berkomitmen untuk mendukung terciptanya calon guru matematika yang berintegritas, profesional, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan perkembangan pendidikan.

SEREMPAK: Tadris Matematika UNIIB asah kompetensi dan profesionalisme calon guru Matematika.

Kegiatan kuliah tamu ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan narasumber, berbagi pengalaman, serta memperoleh gambaran mengenai tantangan dan peluang dalam profesi guru matematika. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi diri, mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran, dan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan.

JELANG PENERJUNAN, 167 MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH UNIIB MATANGKAN KESIAPAN PLP

BANYUWANGI — Sebanyak 167 mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) mengikuti Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada Senin, (21/9/2026) bertempat di Auditorium KHR As’ad Syamsul Arifin UNIIB. Kegiatan ini menjadi tahap penting untuk mematangkan kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke satuan pendidikan mitra sekaligus mengintegrasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman pendidikan secara langsung di lapangan. Peserta berasal dari empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Tadris Matematika.

Kegiatan dibuka sekaligus diberikan arahan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I. Dalam arahannya, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kesiapan akademik, profesionalisme, etika, serta kemampuan beradaptasi sebelum memasuki lingkungan sekolah dan madrasah. PLP tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di sekolah, tetapi juga menjadi proses pembelajaran profesional melalui kegiatan mengamati, memahami, merancang, dan mempraktikkan berbagai aktivitas pendidikan sesuai karakteristik satuan pendidikan.

Untuk memperkuat kesiapan mahasiswa, Fakultas Tarbiyah menghadirkan tim ahli dari masing-masing program studi. Mahasiswa PAI mendapatkan pembekalan dari Sunarno, M.Pd., mahasiswa PGMI dari Eko Subiyantoro, S.Pd., Gr., seorang Guru Penggerak, mahasiswa PIAUD dari Siti Nur Umamah, M.Pd., Pengawas PAUD Kabupaten Banyuwangi, dan mahasiswa Tadris Matematika dari Eko Pramesti Sumarto, S.Mat. Seluruh materi diarahkan pada kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi praktik pendidikan di lapangan, khususnya penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran, serta perencanaan kegiatan kokurikuler. Pada pembekalan PAI, mahasiswa juga mendapatkan penguatan terkait pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pembelajaran.

Melalui pembekalan tersebut, Fakultas Tarbiyah UNIIB berupaya memastikan mahasiswa memiliki bekal yang memadai sebelum menjalankan PLP. Kehadiran para praktisi dan tenaga profesional pendidikan memberikan perspektif kontekstual agar mahasiswa tidak hanya memahami pembelajaran secara teoritis, tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan kondisi dan karakteristik peserta didik di satuan pendidikan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan PLP secara profesional, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadikan pengalaman di sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan calon pendidik yang kompeten.

Pewarta: Fakultas Tarbiyah.

PRODI TADRIS MATEMATIKA UNIIB SOSIALISASIKAN VISI MISI, MAHASISWA SEMESTER 1-7 JUGA DILIBATKAN

BANYUWANGI – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Visi dan Misi Program Studi Tadris Matematika pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Studi Tadris Matematika dari semester 1 hingga semester 7.

FOTO BARENG: Program Studi Tadris Matematika dalam sosialisasi visi misi, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika terhadap arah pengembangan dan tujuan Program Studi Tadris Matematika. Dalam kegiatan tersebut disampaikan visi keilmuan program studi, yaitu “Menghasilkan sarjana pendidikan matematika yang kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, berjiwa entrepreneur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah pada tahun 2031.”

Selain visi, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai misi Program Studi Tadris Matematika yang mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran matematika yang unggul, inovatif, dan berbasis teknologi; menghasilkan penelitian pendidikan matematika yang bereputasi dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan pendidikan matematika; serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kaprodi Tadris Matematika, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menyampaikan bahwa sosialisasi visi dan misi merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memahami arah pengembangan program studi. “Visi dan misi bukan hanya menjadi dokumen program studi, tetapi harus dipahami dan diwujudkan bersama melalui pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan,” ungkapnya.

FORUM: Sosialisasi visi misi prodi tadris matematika, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam mendukung pencapaian visi Program Studi Tadris Matematika hingga tahun 2031. Dengan adanya pemahaman yang sama, seluruh sivitas akademika diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan program studi yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, berjiwa entrepreneur, serta berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Setelah kegiatan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan survei pemahaman visi dan misi yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari evaluasi tingkat pemahaman terhadap visi dan misi Program Studi Tadris Matematika.

Pewarta: Prodi Tadris Matematika.

PERKUAT SINERGI PLP, FAKULTAS TARBIYAH UNIIB SATUKAN PERSEPSI BERSAMA 19 SEKOLAH MITRA

BANYUWANGI — Sebanyak 19 sekolah mitra hadir dalam kegiatan “Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP)” yang digelar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), Sabtu (19/9/2026), di Meeting Room UNIIB. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara kampus dan sekolah mitra sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

FORUM: Tarbiyah jalankan penyamaan persepsi menuju PLP.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian teknis PLP, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman, komunikasi, dan komitmen bersama antara Fakultas Tarbiyah dan sekolah mitra. Melalui penyamaan persepsi, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang selaras mengenai arah, mekanisme, peran, serta tanggung jawab dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan kegiatan PLP.

Dalam forum tersebut, Fakultas Tarbiyah menyampaikan sejumlah hal penting terkait pelaksanaan PLP, meliputi ketentuan dan tahapan kegiatan, tugas mahasiswa, mekanisme pendampingan, koordinasi dengan guru pamong, monitoring, hingga evaluasi pelaksanaan. Berbagai aspek teknis tersebut dibahas sebagai upaya memastikan kegiatan PLP dapat berlangsung secara tertib dan memberikan pengalaman lapangan yang optimal bagi mahasiswa.

Kehadiran perwakilan dari 19 sekolah mitra juga membuka ruang dialog dua arah. Pihak sekolah dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, serta berbagai kondisi teknis yang perlu menjadi perhatian bersama. Dialog ini menjadi bagian penting dalam membangun pola kerja sama yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berorientasi pada kemitraan dan peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.

Bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB, sekolah mitra merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Lingkungan sekolah menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami dinamika pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB bersama 19 sekolah mitra menyatukan langkah untuk menghadirkan pelaksanaan PLP yang lebih terarah, komunikatif, dan bermakna. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara UNIIB dan sekolah-sekolah mitra.

Penyamaan persepsi hari ini menjadi langkah awal untuk menyamakan langkah di lapangan: bersinergi, mendampingi, dan bersama-sama menyiapkan calon pendidik serta tenaga kependidikan yang profesional dan berkarakter.

Pewarta: Fakultas Tarbiyah.

Belajar dari Program Studi Terakreditasi Unggul, Fakultas Tarbiyah UNIIB Benchmarking Tata Kelola dan Mutu ke UNUJA

PROBOLINGGO — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu menuju Fakultas Unggul 2030.

Kunjungan tersebut secara khusus dilaksanakan bersama Fakultas Agama Islam UNUJA dengan fokus mempelajari praktik baik pengelolaan program studi yang telah mencapai akreditasi Unggul, khususnya Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Matematika.

Ketiga program studi tersebut menjadi salah satu rujukan penting bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memahami strategi membangun dan mempertahankan mutu program studi hingga mampu mencapai predikat Unggul.

Dalam kegiatan benchmarking, pembahasan diarahkan pada berbagai aspek yang menjadi fondasi pencapaian mutu program studi. Di antaranya meliputi tata kelola fakultas dan program studi, sistem penjaminan mutu internal, pengelolaan sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan mahasiswa dan lulusan, kerja sama, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Fakultas Tarbiyah UNIIB juga menggali bagaimana sistem penjaminan mutu diterapkan secara nyata dalam pengelolaan program studi. Hal tersebut mencakup bagaimana standar mutu disusun, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Pengalaman UNUJA dalam mengembangkan program studi terakreditasi Unggul menjadi pembelajaran penting bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB. Benchmarking tidak hanya diarahkan untuk melihat dokumen atau capaian akhir, tetapi juga memahami proses, budaya kerja, strategi, dan konsistensi implementasi mutu yang menjadi bagian dari perjalanan program studi menuju keunggulan.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mempersiapkan Fakultas Tarbiyah menuju target Fakultas Unggul 2030.

“Kami ingin belajar dari program studi yang telah membuktikan pencapaian mutu. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya predikat Unggulnya, tetapi bagaimana tata kelola, budaya mutu, sistem penjaminan mutu, dan strategi pengembangan program studi dibangun hingga menghasilkan capaian tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman UNUJA dapat menjadi referensi bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk melakukan refleksi terhadap sistem yang selama ini telah berjalan sekaligus mengidentifikasi ruang-ruang yang masih perlu diperkuat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik dan dialogis. Kedua institusi saling bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan dan strategi dalam mengembangkan program studi. Diskusi juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Selain memperkuat wawasan kelembagaan, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan UNUJA dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan mutu program studi.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB terus memperkuat komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Praktik baik yang diperoleh dari UNUJA akan menjadi bahan refleksi dan pertimbangan dalam pengembangan tata kelola serta sistem penjaminan mutu di lingkungan Fakultas Tarbiyah UNIIB.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk membangun tata kelola yang semakin efektif, sistem penjaminan mutu yang semakin kuat, serta program studi yang berdaya saing dan berorientasi pada mutu, sebagai bagian dari target besar “Fakultas Unggul 2030.”

FAKULTAS TARBIYAH UNIIB LAKUKAN BENCHMARKING KE UNIVERSITAS ULUWIYAH MOJOKERTO, PERKUAT TATA KELOLA DAN PENJAMINAN MUTU MENUJU FAKULTAS UNGGUL 2030

MOJOKERTO — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Uluwiyah (UNU) Mojokerto, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu sebagai langkah menuju terwujudnya Fakultas Unggul 2030.

Kegiatan benchmarking mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola dan Penjaminan Mutu Menuju Fakultas Unggul 2030”. Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik, pengalaman, serta strategi pengembangan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam membangun tata kelola yang efektif, sistematis, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Rombongan Fakultas Tarbiyah UNIIB diterima oleh jajaran pimpinan Universitas Uluwiyah Mojokerto yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Wakil Dekan I, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Sementara itu, dari Fakultas Tarbiyah UNIIB hadir di antaranya Dekan Fakultas Tarbiyah beserta jajarannya dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, perwakilan Universitas Uluwiyah menyambut baik kegiatan benchmarking yang dilakukan Fakultas Tarbiyah UNIIB. Pertemuan tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk membangun jejaring kelembagaan sekaligus saling belajar mengenai pengelolaan perguruan tinggi dan penguatan budaya mutu.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek strategis, terutama terkait tata kelola fakultas, sistem penjaminan mutu internal, mekanisme monitoring dan evaluasi, pengelolaan program studi, peningkatan kinerja dosen dan tenaga kependidikan, serta strategi membangun budaya mutu di lingkungan akademik.

Bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan kelembagaan, tetapi juga sebagai proses refleksi dan pembelajaran untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan bahwa penguatan tata kelola dan penjaminan mutu merupakan fondasi penting dalam mewujudkan fakultas yang unggul dan berkelanjutan.

“Benchmarking ini menjadi bagian dari ikhtiar Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk terus melakukan perbaikan. Kita tidak hanya ingin mengetahui bagaimana perguruan tinggi lain mengelola tata kelola dan mutu, tetapi juga belajar dari praktik baik yang dapat kita adaptasi untuk memperkuat sistem di Fakultas Tarbiyah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam membangun budaya mutu, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta memastikan setiap program dan kebijakan fakultas berjalan berdasarkan standar mutu yang terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking ditutup dengan sesi dokumentasi dan penguatan jejaring kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan Universitas Uluwiyah Mojokerto. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pertukaran pengalaman, pengembangan program bersama, serta peluang kerja sama kelembagaan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah UNIIB menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan bertransformasi. Penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu, dan budaya mutu menjadi bagian penting dari perjalanan Fakultas Tarbiyah UNIIB menuju visi Fakultas Unggul 2030.

DOSEN UNIIB AJAK GURU MI KALIBARU RANCANG PEMBELAJARAN BERBASIS CINTA

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Cinta” yang berlangsung di SMA NU Kalibaru. Kegiatan ini menyasar seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Kalibaru yang berada di bawah naungan LP Ma’arif, pada Kamis (10/9/2026).

TIM PENGABDIAN: Kegiatan pengabdian dinarasumberi dosen Tarbiyah UNIIB, yaitu Dr. Nasrodin, M.Pd.; Eka Ramiati, M.Pd.; dan Nurul Fatimah, M.Pd.

Kegiatan pengabdian dinarasumberi dosen Tarbiyah UNIIB, yaitu Dr. Nasrodin, M.Pd.; Eka Ramiati, M.Pd.; dan Nurul Fatimah, M.Pd. Ketiganya hadir langsung memberikan materi sekaligus mendampingi para guru dalam praktik penyusunan modul ajar.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga mampu membangun karakter, kepedulian, empati, dan rasa cinta dalam proses pendidikan. Para guru MI yang hadir diarahkan untuk menyusun modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta, yaitu Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Ilmu Pengetahuan, serta Cinta Lingkungan dan Cinta Tanah Air, tanpa mengesampingkan aspek asesmen pembelajaran.

PRAKTIK: Pelatihan dan pendampingan secara intensif.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan modul ajar yang kontekstual, bermakna, dan humanis, sekaligus sesuai dengan kebutuhan peserta didik di masing-masing madrasah. Dengan begitu, proses pembelajaran di kelas diharapkan tidak hanya lebih menyenangkan, tetapi juga mampu membentuk karakter positif pada diri siswa.

Eka Ramiati, M.Pd., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa modul ajar berbasis cinta bukan sekadar perangkat administratif dalam pembelajaran.

” Modul ajar berbasis cinta bukan sekadar perangkat pembelajaran, tetapi sarana untuk menghadirkan pendidikan yang memanusiakan, menumbuhkan karakter, dan membangun generasi yang berilmu sekaligus berakhlak,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari para guru MI yang hadir. Mereka berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam penyusunan modul ajar di madrasah masing-masing, sehingga proses pendidikan yang berlangsung tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai cinta dan akhlak mulia pada peserta didik.

Pewarta: Damayanti.

PERKUAT KERJA SAMA, FAKULTAS TARBIYAH GANDENG LP MA’ARIF KALIBARU

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kecamatan Kalibaru melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Acara penandatanganan berlangsung di Aula SMANU Kalibaru dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak, pada Kamis (10/9/2026).

ATAS PODIUM: Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menyampaikan sambutan.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berlanjut dan berkembang, tidak hanya berhenti pada momentum ini semata.

“Harapan saya semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini. Hari ini juga kita laksanakan penyusunan modul ajar berbasis cinta, dan semoga ke depan kita juga bisa berkolaborasi dari hal-hal lain,” ujar Dekan Tarbiyah.

Sejalan dengan penandatanganan MoU, pada hari yang sama turut dilaksanakan kegiatan penyusunan modul ajar berbasis cinta yang melibatkan Fakultas Tarbiyah UNIIB dan LP Ma’arif Kecamatan Kalibaru. Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi konkret dari kerja sama yang telah disepakati.

Kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan LP Ma’arif Kalibaru ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan mutu pendidikan di lingkungan LP Ma’arif Kecamatan Kalibaru, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas di berbagai bidang pendidikan ke depannya.

Pewarta: Damayanti.

PRODI PIAUD UNIIB PERKUAT STRATEGI MUTU DAN AKREDITASI MELALUI WORKSHOP LAMDIK 3.0

Malang — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) turut berpartisipasi dalam Workshop Bedah Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 yang diselenggarakan oleh PPIAUD Wilayah JATIM–BALI pada Sabtu (5/9/2026), bertempat di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Dalam kegiatan tersebut, Prodi PIAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi diwakili oleh Kaprodi PIAUD UNIIB, Riris Wahyuningsih, S.Pd.I., M.Pd., bersama dosen PIAUD, Ria Octaviana, M.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bentuk komitmen Prodi PIAUD UNIIB dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan program studi terhadap perkembangan instrumen akreditasi.

Workshop menghadirkan Dr. Alfiana Yuli Eliyanti, M.A., selaku Asesor LAMDIK, sebagai pemateri. Beliau memberikan pemaparan mengenai instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, termasuk berbagai aspek penting yang perlu menjadi perhatian program studi dalam mempersiapkan proses akreditasi.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memahami secara lebih mendalam substansi instrumen akreditasi, strategi pemenuhan dokumen, serta berbagai indikator yang menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi program studi. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk menggali informasi secara langsung dari asesor.

Bagi Prodi PIAUD UNIIB, keikutsertaan dalam workshop ini menjadi langkah strategis untuk melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola program studi, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu akademik dan pemenuhan standar akreditasi.

Kaprodi PIAUD UNIIB, Riris Wahyuningsih, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari persiapan program studi dalam memahami arah dan tuntutan instrumen akreditasi LAMDIK 3.0.

“Workshop ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk memahami instrumen LAMDIK 3.0 secara lebih komprehensif. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi Prodi PIAUD UNIIB dalam mempersiapkan dokumen serta meningkatkan mutu program studi secara berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PPIAUD Wilayah JATIM–BALI ini juga menjadi wadah untuk mempererat jejaring dan sinergi antarprogram studi PIAUD di wilayah Jawa Timur dan Bali. Melalui forum tersebut, para peserta dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta strategi dalam menghadapi tantangan pengelolaan dan akreditasi program studi.

Sementara itu, kehadiran dosen PIAUD UNIIB, Ria Octaviana, M.Pd., turut memperkuat proses pengembangan mutu akademik melalui pemahaman bersama mengenai standar dan indikator yang harus dipenuhi oleh program studi. Dengan mengikuti Workshop Bedah Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, Prodi PIAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam penguatan tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aspek pengembangan program studi. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari langkah Prodi PIAUD UNIIB untuk terus berbenah, berkembang, dan mempersiapkan diri menuju akreditasi yang unggul serta penyelenggaraan pendidikan PIAUD yang berkualitas dan berdaya saing.