Dari Kampus ke Kelas: Mahasiswa Tadris Matematika UNIIB Hidupkan Pembelajaran di MI Tarbiyatus Sibyan

BANYUWANGI – Semangat pengabdian dan inovasi pembelajaran ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melalui kegiatan bertajuk MATRIKS (Mahasiswa Tadris Matematika ke Sekolah). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, di MI Tarbiyatus Sibyan, Sumberejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, dengan sasaran siswa kelas 4 pada materi penyajian data sederhana.

Empat mahasiswa semester 4 yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Safira Nur Kamila (2024394900025), Vida Maulidia Musdalifah (2024394900020), dan Isna Yulfi Roihana (2024394900016) hadir langsung di ruang kelas untuk menghadirkan suasana belajar matematika yang berbeda. Dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) serta menggunakan media yang kreatif dan interaktif, para mahasiswa mampu mengubah persepsi siswa bahwa matematika bukanlah pelajaran yang sulit, melainkan menyenangkan dan mudah dipahami.

Kegiatan MATRIKS tidak hanya sekadar praktik mengajar, tetapi juga menjadi wujud nyata integrasi antara teori dan praktik pembelajaran yang telah dipelajari di bangku kuliah. Hal ini selaras dengan pernyataan Kaprodi Tadris Matematika, Alex Haris Fauzi, M.Pd., yang menegaskan bahwa:

Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk implementasi pembelajaran pada mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika yang juga sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa di sekolah, serta memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk menjadi bekal bagi mereka kelak ketika sudah lulus.”

Antusiasme siswa terlihat jelas selama proses pembelajaran berlangsung. Metode penyajian data sederhana dikemas secara menarik melalui contoh-contoh kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga memudahkan mereka dalam memahami konsep.

Kepala MI Tarbiyatus Sibyan, Umi Kulsum, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa UNIIB memberikan warna baru dalam proses pembelajaran.

Kami mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini memberikan warna baru kepada siswa dalam pembelajaran matematika di kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa peserta, Isna Yulfi Roihana, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan.

Kegiatan ini memang baru pertama kali diadakan oleh Tadris Matematika UNIIB. Tentu saja memberikan kesan mendalam karena ini pertama kalinya kami mengajar langsung di sekolah. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” tuturnya.

Kegiatan MATRIKS menjadi bukti nyata komitmen Prodi Tadris Matematika UNIIB dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun langsung di masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar memahami karakter siswa, mengelola kelas, serta menciptakan pembelajaran yang inspiratif.

Dengan berbagai inovasi dan program pengabdian seperti MATRIKS, Prodi Tadris Matematika UNIIB terus menunjukkan eksistensinya sebagai pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi pendidik profesional, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

PIAUD GELAR TASYAKURAN PASCA AL

BANYUWANGI – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) gelar kegiatan tasyakuran atas selesainya rangkaian Asesmen Lapangan (AL). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus refleksi atas proses panjang yang telah dilalui, bertempat di Fakultas Tarbiyah, pada Senin (13/4/26).

Tasyakuran tersebut dihadiri oleh pimpinan kampus, dekan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta tim akreditasi yang terlibat aktif dalam mempersiapkan seluruh dokumen dan pelaksanaan asesmen. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam rangkaian acara doa bersama dan ramah tamah.

Ketua Program Studi PIAUD menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan penuh dari berbagai pihak,

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan rektor beserta jajaran, Bapak Dekan, hingga seluruh tim borang PIAUD yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Harapan kami, hasil asesmen ini tidak hanya menjadi capaian administratif semata, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pengelolaan program studi serta meningkatkan minat calon mahasiswa baru untuk memilih Prodi PIAUD sebagai pilihan utama di Universitas Islam Ibrahimy,” ujarnya saat diwawancarai.

Kegiatan tasyakuran ini menjadi simbol bahwa keberhasilan bukan hanya dilihat dari hasil akhir akreditasi, tetapi juga dari kekompakan dan dedikasi seluruh civitas akademika dalam membangun kualitas pendidikan. Harapannya, Prodi PIAUD mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak pendidik anak usia dini yang profesional dan berintegritas.

PIAUD GELAR TASYAKURAN PASCA AL

BANYUWANGI – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) gelar kegiatan tasyakuran atas selesainya rangkaian Asesmen Lapangan (AL). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus refleksi atas proses panjang yang telah dilalui, bertempat di Fakultas Tarbiyah, pada Senin (13/4/26).

Tasyakuran tersebut dihadiri oleh pimpinan kampus, dekan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta tim akreditasi yang terlibat aktif dalam mempersiapkan seluruh dokumen dan pelaksanaan asesmen. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam rangkaian acara doa bersama dan ramah tamah.

Ketua Program Studi PIAUD, Riris Wahyuningsih, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan penuh dari berbagai pihak,

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan rektor beserta jajaran, Bapak Dekan, hingga seluruh tim borang PIAUD yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Harapan kami, hasil asesmen ini tidak hanya menjadi capaian administratif semata, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pengelolaan program studi serta meningkatkan minat calon mahasiswa baru untuk memilih Prodi PIAUD sebagai pilihan utama di Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi,” ujarnya saat diwawancarai.

Kegiatan tasyakuran ini menjadi simbol bahwa keberhasilan bukan hanya dilihat dari hasil akhir akreditasi, tetapi juga dari kekompakan dan dedikasi seluruh civitas akademika dalam membangun kualitas pendidikan. Harapannya, Prodi PIAUD mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak pendidik anak usia dini yang profesional dan berintegritas.

MERAYAKAN HARI Pi DI BULAN RAMADAN: TADRIS MATEMATIKA UNIIB BERBAGI TAKJIL

Banyuwangi — Suasana berbeda tampak di gerbang depan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) pada Sabtu sore (14/3). Mahasiswa dan dosen Program Studi Tadris Matematika turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Matematika Internasional yang juga dikenal sebagai Hari Pi atau Hari Matematika Internasional (International Day of Mathematics), yang diperingati setiap tanggal 14 Maret, dan pada tahun 2026 ini mengusung tema “Matematika dan Harapan”.

Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Bagi civitas akademika Prodi Tadris Matematika UNIIB, perpaduan antara peringatan Hari Pi dan ibadah puasa menjadi simbol harmoni antara ilmu pengetahuan dan nilai spiritual. Layaknya bilangan π (pi) yang tak pernah berakhir, semangat berbagi dan kebaikan juga diharapkan terus mengalir tanpa batas kepada sesama.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan paket takjil dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di depan kampus. Mahasiswa tampak antusias menyapa masyarakat dengan senyum dan salam, menghadirkan suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sarana refleksi bahwa ilmu matematika dapat memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengandung pesan filosofis yang menghubungkan matematika dengan nilai-nilai Ramadan. Menurutnya, matematika sering dipahami sebagai ilmu tentang angka, rumus, dan logika. Namun di balik itu, matematika juga mengajarkan prinsip keseimbangan, ketepatan, dan keteraturan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan makna ibadah puasa yang mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, serta keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan spiritual.

Jika dalam matematika kita mengenal konsep keteraturan dan keseimbangan, maka Ramadan juga mengajarkan hal yang sama dalam kehidupan manusia. Puasa melatih kita untuk menata diri, menahan keinginan, serta memperbanyak kebaikan. Kegiatan berbagi takjil ini adalah salah satu cara kami menghubungkan nilai keilmuan dengan praktik kemanusiaan,” ujar Alex Haris Fauzi.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar matematika secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut dapat melahirkan sikap peduli dan empati kepada masyarakat. Dengan semangat Ramadan dan inspirasi dari Hari Pi, Tadris Matematika UNIIB berharap tradisi berbagi ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari budaya akademik yang humanis dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Tamaamy2026)

FAKULTAS TARBIYAH MATANGKAN DPL DAN MAHASISWA, SIAP JALANKAN ASISTENSI MENGAJAR

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) bekali Dosen Pembimbing Lapangan, dan mahasiswa guna matangkan kesiapan program MBKM Asistensi Mengajar (AM). Tim panitia selenggarakan pembekalan ini pada Selasa, (24/2/26) di Meeting Room UNIIB.

Sebanyak 22 mahasiswa semester 6 dari 4 Program Studi, diantaranya Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dan Tadris Matematika siap diterjunkan pada Senin (2/3/26). Kali ini mahasiswa diterjunkan ke sejumlah lembaga pendidikan di Banyuwangi sebagai bagian dari program pemerintah yang berorientasi pada penguatan kompetensi calon pendidik.

Pembekalan dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pagi, kegiatan difokuskan pada pembekalan DPL yang akan melakukan pendampingan mahasiswa di sekolah mitra. Dalam sesi ini dibahas peran DPL, mekanisme pendampingan, monitoring, evaluasi, serta target luaran program. Sementara itu, pada sesi siang, pembekalan dilanjutkan kepada mahasiswa peserta Asistensi Mengajar.

SAMBUTAN: Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., dalam forum.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menegaskan bahwa mahasiswa yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi akademik dan psikologi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan mereka sebelum terjun langsung ke lapangan.

“Asistensi Mengajar ini merupakan program dari pemerintah. Kami merancang pelaksanaannya berbeda dengan PLP, baik dari sisi konsep maupun luaran yang dihasilkan,” terang Dekan Fakultas Tarbiyah dalam forum pembekalan DPL.

Dalam arahannya, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., juga memberi amanat kepada mahasiswa untuk menekankan pentingnya menjaga sikap dan profesionalitas selama menjalankan tugas.

“Kita harus bersikap, berpenampilan, dan berkompeten sebagai seorang guru. Jaga nama baik almamater di mana pun kalian ditempatkan,” tegasnya.

Program AM dilaksanakan di lima lembaga pendidikan dengan pendampingan DPL, yakni:

  1. MTsN 8 Banyuwangi: Nasrodin, M.Pd.
  2. MIN 3 Banyuwangi: Mufidah Yusroh, M.Pd.
  3. SD Lazuardi Tursina Banyuwangi: Bella Arini Haq, M.Si.
  4. RA Islam Al Firdaus Tegaldelimo: Ria Octaviana, M.Pd.
  5. TK Al Mubarok Sempu: Fitriyatul Masruroh, M.Psi.
FORUM: Ketua Panitia, Maria Ulfa, M.Pd., dalam sambutan.

Ketua Panitia, Maria Qoriah, M.Pd., menjelaskan bahwa DPL memiliki peran strategis dalam monitoring dan evaluasi mahasiswa selama program berlangsung. Koordinasi antara mahasiswa, DPL, dan pihak sekolah menjadi kunci agar kegiatan berjalan efektif dan terarah. Ia juga menambahkan bahwa pembekalan lanjutan akan kembali diberikan kepada mahasiswa pada sesi siang hari untuk memperkuat pemahaman teknis, target luaran, serta mekanisme pelaporan kegiatan.

Maria Qoriah, M.Pd., juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa untuk mampu menunjukkan kesiapan diri saat terjun ke lapangan.

“Kami berharap kalian tanggap dalam membaur dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Kalian hadir bukan sekadar menjalankan program, tetapi membawa nama baik kampus dan menunjukkan jati diri sebagai calon pendidik,” ujarnya.

Salah satu peserta AM, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fauzan Adhima, kerap disapa Fauzan, juga mengungkapkan rasa antusiasme dan harapannya dalam program ini.

“Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengikuti program Asistensi Mengajar pada tahun ini. Saya rasa akan banyak sekali manfaat dan pengalaman yang didapatkan, karena melalui program ini mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di sekolah. Harapannya program ini bisa dilaksanakan setiap tahun,” terang Fauzan saat diwawancarai.

Sebagai luaran, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan individu, laporan bukti Ber-Hki, serta laporan bukti publikasi artikel ilmiah.

PERKUAT MUTU AKADEMIK, PRODI PIAUD JALANI ASESMEN LAPANGAN

BANYUWANGI – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) laksanakan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang berlangsung pada Kamis (12/2/26), bertempat di Meeting Room UNIIB. Asesmen ini menjadi tahapan krusial dalam memastikan mutu akademik sekaligus memperkuat tata kelola dan daya saing program studi.

SEREMONIAL: Wakil Rektor I dan Asesor I saat memberikan sambutan dalam pembukaan AL PIAUD (12/2/26).

Kegiatan AL ini dihadiri oleh Asesor I, Dr. Sopiah, M.Ag. asal Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan Asesor 2, Dr. Ir Syamsuardi, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar. Kehadiran Tim Asesor disambut hangat oleh jajaran pimpinan, Dekan Fakultas Tarbiyah, Kaprodi PIAUD serta tenaga kependidikan UNIIB yang terkait dalam AL ini.

Rangkaian kegiatan asesmen diawali dengan pembukaan, konfirmasi data kuantitatif dan kualitatif pada sesi pagi. Selanjutnya, dilakukan wawancara bersama pengguna, mitra, dosen, tendik, mahasiswa dan alumni. Pada hari berikutnya, Jumat (13/2/26) tim asesor dijadwalkan melakukan observasi sarana dan prasarana.

Wakil Rektor I, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., mewakili Rektor dalam sambutannya menyampaikan refleksi dan apresiasi atas kerja kolektif yang telah dilakukan seluruh tim.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dekan, Kaprodi, dan seluruh tim yang telah mempersiapkan dokumen akreditasi dengan maksimal. Selamat datang kepada Tim Asesor LAMDIK yang telah hadir dari Makassar dan Pekalongan. Semoga asesmen ini menjadi momentum peningkatan mutu pendidikan di Prodi PIAUD,” ujar Warek I dengan hangat.

Asesor I, Dr. Sopiah, M.Ag., menegaskan bahwa kehadiran tim merupakan mandat resmi dari LAMDIK dan bagian dari mekanisme penjaminan mutu.

“Meskipun kami berasal dari kampus yang berbeda, kami adalah utusan dan ditugaskan oleh LAMDIK. Data dan dokumen sudah kami pelajari sejak satu bulan yang lalu. Dalam asesmen ini, kami ingin melihat kesesuaian antara dokumen dan realitas di lapangan. Harapannya, kondisi nyata justru lebih baik dari yang tertuang dalam borang,” tegasnya saat memberi pengarahan.

Ia juga menjelaskan bahwa asesmen lapangan tidak semata berorientasi pada penilaian, melainkan juga pembinaan dan penguatan mutu.

TENDIK: Karyawan Fakultas Tarbiyah saat diwawancarai Asesor I (12/2/26).

“Di LAMDIK, kami tidak hanya melakukan asesmen, tetapi juga memberikan saran dan masukan untuk perbaikan berkelanjutan. Dan perlu dipahami juga, bukan kami yang menentukan nilai akhir. Penilaian dilakukan oleh dewan LAMDIK berdasarkan administrasi dokumen serta hasil asesmen lapangan,” imbuhnya.

Tim Asesor juga menekankan bahwa sistem akreditasi saat ini jauh lebih komprehensif dibandingkan sebelumnya. Kini, Laporan Evaluasi Diri (LED) telah melalui proses evaluasi internal maupun eksternal sebelum asesmen lapangan dilaksanakan. Melalui asesmen ini, Prodi PIAUD UNIIB meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan penguatan tata kelola pendidikan anak usia dini yang bermutu, adaptif, serta institusi memiliki daya saing tinggi.

127 PESERTA ANTUSIAS IKUTI PIAUD CUP SEASON 1

BANYUWANGI – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPS PIAUD) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyelenggarakan PIAUD CUP Season 1 Lomba Matematika Dasar pada Sabtu, (18/1/26), berlangsung di Auditorium KHR As’ad Syamsul Arifin UNIIB.

CERIA: Peserta PIAUD CUP Season 1

PIAUD CUP Season 1 diikuti oleh 127 siswa-siswi Taman Kanak-Kanak usia 4-5 tahun dan 6-7 tahun dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Para peserta mengikuti rangkaian lomba Matematika dasar yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan dasar anak usia dini dengan waktu pengerjaan lomba diberikan selama 60 menit.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari dari mahasiswa PIAUD serta senam bersama para peserta, yang menambah suasana ceria dan edukatif selama kegiatan berlangsung.

Ilma Abelia Nanda, Ketua HMPS PIAUD, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan tertib.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Program Studi PIAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Riris Wahyuningsih, M.Pd. Ia mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota awal yang telah ditetapkan. Atas tingginya partisipasi tersebut, Kaprodi PIAUD menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada HMPS PIAUD.

“Peserta yang mendaftar mencapai 127 anak, padahal kuota awal hanya kami batasi 50 peserta. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari lembaga TK serta orang tua terhadap kegiatan PIAUD CUP Season 1,” ungkapnya.

Melalui PIAUD CUP Season 1 ini, HMPS PIAUD berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan potensi dan kreativitas, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini.

PARAN LARE: RUANG KREATIVITAS MAHASISWA FAKUTAS TARBIYAH

BANYUWANGI – Paran Lare, singkatan dari Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas, digelar Fakultas Tarbiyah, di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, pada Selasa pagi (13/1/26). Kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini, selalu menamppilkan beragam kreativitas mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tarbiyah.

Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, dalam sambutannya menuturkan bahwa semua produk yang ditampilkan di setiap stand merupakan hasil karya mahasiswa Fakutas Tarbiyah. Selain itu, produk-produk yang ada adalah bentuk luaran dari tugas-tugas mata kuliah di semester ganjil ini.

SAMBUTAN: Dekan Fakultas Tarbiyah saat memberikan apresiasi kepada segenap peserta Paran Lare dan penyambutan kepada seluruh tamu (13/1/26).

“Mulai dari awal hingga akhir acara, yang panjenengan lihat di setiap stand adalah produk kreativitas mahasiswa kami, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Dan ini adalah hasil dari proses pembelajaran selama semester,” ujar Pak Imam, sapaan akrabnya.

Selain menjadi produk, Dekan berharap, mahasiswa ini tidak sekadar bertujuan mendapatkan nilai yang bagus. Tetapi juga menjadi referensi bagi proses pembelajaran saat telah menjadi alumni dan menjadi pendidik.

“Namun, kami harap, mahasiswa dengan karyanya, jangan hanya berorientasi pada nilai saja. Jadikan Paran Lare ini sebagai ruang belajar juga. Di dalamnya, terdapat banyak referensi yang sangat bermanfaat untuk proses menjadi pendidik,” tambahnya.

Senada dengan yang disampaikan Dekan asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng itu, Bey Arifin Sidom, M.Pd. selaku Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa Paran Lare ditujukan untuk mengenakan kreativitas mahasiswa.

SUMRINGAH: Ketua Panitia saat memberikan penjelasan mengenai tujuan dari Paran Lare (13/1/26).

“Jadi, Paran Lare ini merupakan panggung bagi mahasiswa untuk mengenalkan produk dan kreativitas mereka. Sehingga, dengan adanya Paran Lare, mereka memiliki ruang untuk unjuk kebolehan,” kata Pak Bey.

Kegiatan pagi ini juga dihadiri oleh pimpinan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, yakni Wakil Rektor I dan III. Dalam hal ini, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I. (Wakil Rektor I) memberikan sambutannya. Paran Lare, kata Pak Aziz, tidak boleh sekadar dijadikan ajang pamer semata.

“Ini bukan hanya ajang pamer. Bukan hanya untuk pamer-pameran saja. Tapi, ini harus dimaknai sebagai hasil dari proses pembelajaran. Sebab, kurikuum kita ini sudah beranjak ke OBE (Outcome Based Education),” katanya.

HARAPAN: Wakil Rektor I menyampaikan pesan pimpinan kepada keluarga besar Fakultas Tarbiyah untuk mematenkan produk kreativitas mahasiswa di Paran Lare 2026 (13/1/26).

Dihadiri oleh siswa-siswi dari beberapa SLTA di kecamatan Genteng dan Sempu, Wakil Rektor I tersebut mengharapkan agar pameran produk ini tidak berhenti di Aula. Harus juga didiseminasikan ke sekolah-sekolah.

“Kami mengharapkan agar produk-produk pembelajaran yang ada di Paran Lare tahun 2026 ini dapat digunakan di sekolah-sekolah. Jadi, tidak hanya berhenti di Aula saja. Ini PR buat bapak Dekan. Artinya, produk-produk itu dihakikan, lalu dapat dibawa dan dipakai (manfaatkan, red.) di sekolah A, sekolah B,” pungkas Pak Aziz.

MENARI: Penampilan seni tari yang dilakukan oleh mahasiswi-mahasiswi program studi PIAUD (13/1/26).

Kegiatan berlangsung dengan meriah. Para hadirin tidak hanya sekadar menikmati dan berlalu-lalang di stand demi stand, tetapi juga menikmati pertunjukan skill mahasiswa UNIIB. Di antaranya, drama, seni tari dari mahasiswi-mahasiswi PIAUD, akustik UKM Musik, monolog UKM Teater Pinggir Kali, paduan suara Nawasena Gema Blambangan. Tidak hanya itu, dalam mengabadikan momentum, UKM Pers El Mizna membuka foto studio di lokasi.

PRODI TADRIS MATEMATIKA TERIMA MONITORING LPM

BANYUWANGI – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kegiatan monitoring akademik pada Program Studi Tadris Matematika sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, pada Senin (8/12/25). Agenda ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Tadris Matematika dan tim monitoring dari LPM yang secara khusus ditugaskan untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek akademik.

MENINJAU: LPM monitoring Prodi Tadris Matematika.

Dalam proses monitoring, tim LPM memberi perhatian pada pemenuhan standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan universitas. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah dokumen penting, seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan ajar yang digunakan dosen, instrumen evaluasi pembelajaran, serta pelaksanaan kegiatan pendampingan akademik bagi mahasiswa. Tim juga menilai sejauh mana dokumen dan implementasi pembelajaran telah selaras dengan kurikulum berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan apakah penerapannya konsisten pada setiap proses perkuliahan.

Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan bahwa monitoring akademik merupakan agenda rutin yang berperan besar dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan fakultas. Kegiatan ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa layanan akademik terus mengalami perbaikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Matematika menyampaikan paparan mengenai berbagai capaian akademik yang telah diraih program studi, termasuk inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, serta berbagai inisiatif yang dilakukan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif. Ia juga menjelaskan strategi dan rencana pengembangan yang akan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pencapaian visi program studi ke depan.

Dengan terlaksananya monitoring ini, diharapkan Program Studi Tadris Matematika dapat terus memperkokoh mutu akademiknya serta memberikan kontribusi yang lebih maksimal dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

MAHASISWA TARBIYAH TERIMA AKSELERASI PENYELESAIAN TUGAS AKHIR

BANYUWANGI – Semester akhir menjadi momentum paling dinanti-nanti oleh setiap mahasiswa. Dalam hal ini, Fakultas Tarbiyah bekerjasama dengan pengelola jurnal Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan penulisan artikel ilmiah bagi mahasiswa yang mengambil tugas akhir berupa artikel di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin, pada Rabu pagi (10/12/25).

Kepada Tim Humas UNIIB, Dekan Fakultas Tarbiyah, yakni Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini merupakan akselerasi penyelesaian tugas akhir. Mahasiswa yang memilih artikel sebagai tugas akhirnya, perlu mendapatkan pendampingan khusus, sebab ini menjadi luaran yang masih beberapa tahun diberlakukan di UNIIB.

AKSELERASI: Mahasiswa Tarbiyah saat menerima pemaparan dari pengelola jurnal UNIIB.

“Karena dalam Buku Pedoman Akademik, salah satu bentuk tugas akhir itu tidak hanya skripsi, artikel pun juga menjadi tugas akhir. Dan kami bekerjasama dengan  pengelola jurnal UNIIB untuk melakukan pendampingan dalam rangka akselerasi penyelesaian artikel mereka,” ujar Pak Imam, sapaan akrabnya.

Dalam satu hari ini mahasiswa diberikan teori hingga praktek oleh pengelola jurnal UNIIB. Hal ini menjadi penunjang akselerasi sebagaimana disampaikan Dekan Fakultas Tarbiyah. Dan untuk luaran dari pendampingan ini, mahasiswa dapat menerbitkan artikel ilmiahnya di jurnal minimal Sinta 4.

“Tentu kita tidak hanya memberikan pendampingan saja. Pendampingan juga harus berbanding lurus dengan luaran yang menjadi tujuan, yakni mahasiswa bisa menerbitkan artikelnya dalam jurnal, minimal Sinta 4,” jelas Imam.

PENDAMPINGAN: Riza Faishol, M.Pd selaku pengelola jurnal saat memberikan pemaparan.

Kegiatan akademik yang bersifat transformatif sekaligus akseleratif ini pun pada nantinya menjadi kultur akademik dalam Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi. Bukan saja tentang bagaimana cara cepat mendapatkan gelar, melainkan juga melakukan keharusan intelektual bagi civitas akademika.