Banyuwangi, 09 Desember 2025 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan monitoring akademik pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Ketua Program Studi, serta tim monitoring LPM.
Monitoring difokuskan pada pemenuhan standar mutu pendidikan, meliputi peninjauan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan ajar, instrumen penilaian, serta pelaksanaan pendampingan akademik mahasiswa. Tim LPM menilai kesesuaian dokumen pembelajaran dengan kurikulum berbasis CPL serta konsistensi implementasinya dalam proses pembelajaran.
Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan budaya mutu dan peningkatan layanan akademik secara berkelanjutan. Ketua Program Studi MPI dan PAI turut memaparkan capaian akademik serta langkah strategis yang telah ditempuh dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
Hasil monitoring menunjukkan perlunya optimalisasi pada beberapa aspek, khususnya penyelarasan RPS dengan CPL, penyempurnaan instrumen penilaian, serta penguatan fungsi pendampingan akademik. LPM memberikan rekomendasi perbaikan sebagai dasar pengembangan mutu program studi ke depan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
Banyuwangi, 8 Desember 2025 – Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Fakultas Tarbiyah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan kegiatan akademik pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kegiatan monev berlangsung di ruang fakultas dengan suasana kondusif, dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, didampingi masing-masing Ketua Program Studi, yaitu Riris Wahyuningsih, M.Pd selaku Ketua Prodi PIAUD dan Eka Ramiati, M.Pd selaku Ketua Prodi PGMI.
SERIUS: Tim melakukan monev di ruang kerja Fakutas Tarbiyah.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan akademik berjalan sesuai standar mutu, mulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran hingga pelaporan hasil belajar mahasiswa. Pada kesempatan ini dilakukan penelaahan terhadap berbagai dokumen pembelajaran, jadwal perkuliahan, ketersediaan RPS, serta pelaksanaan kegiatan akademik pada masing-masing prodi. Selain itu, dilakukan diskusi terbuka dengan Kaprodi terkait hambatan dan langkah tindak lanjut yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan mutu. Proses berjalan secara kondusif dan komunikatif, menghasilkan berbagai masukan serta penguatan dalam pengelolaan dokumen, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan koordinasi internal.
Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan apresiasi terhadap upaya peningkatan mutu yang telah dilakukan oleh program studi serta berharap monitoring dan evaluasi seperti ini terus dilaksanakan secara berkala agar kualitas pembelajaran semakin terjamin. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan berita acara dan kesepakatan tindak lanjut yang akan diterapkan pada semester berikutnya sebagai bentuk komitmen fakultas dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.
BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar Evaluasi Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Tarbiyah di Meeting Room UNIIB, Selasa pagi (2/12/25). Kegiatan ini menghadirkan unsur pimpinan UNIIB, Dekan fakultas, Kaprodi, dosen pembimbing lapangan, koordinator program studi, serta 26 sekolah/madrasah mitra yang diwakili oleh masing-masing instansi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menegaskan pentingnya evaluasi sebagai instrumen akademik untuk menjaga standar mutu praktik kependidikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya PLP. “Terima kasih kepada sekolah mitra, guru pamong dan dosen pembimbing yang telah mendampingi mahasiswa kami, hal ini menunjukkan dedikasi tinggi Bapak/Ibu sekalian. Kami mohon maaf jika selama pelaksanaan PLP terdapat hal yang kurang berkenan di hati panjenengan”, ujarnya.
Ia juga ungkap bahwa PLP merupakan ruang pembentukan kompetensi profesional yang tidak boleh dilewatkan tanpa refleksi akademik. Ia menyampaikan apresiasi dan mengungkapkan bahwa tahun ini fakultas telah mengintegrasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pelaksanaan PLP. “Kami sudah melaksanakan P5 dan tahun ini mahasiswa kami tugaskan untuk menghasilkan karya. Karya itu, jika diintelektualkan, tampak sederhana, tetapi jika tidak dilakukan akan berdampak besar pada kualitas inovasi mahasiswa”, ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa seluruh karya mahasiswa akan diproses hak kekayaan intelektualnya. “InsyaAllah minggu-minggu ini oleh LPPM akan diproses HAKI-nya. Bentuknya beragam, mulai dari buku saku, media pembelajaran, video mengajar, e-book, hingga buku cerita, dan lainnya. Harapannya, selain bermanfaat bagi kampus, karya ini juga memberi dampak bagi sekolah dan dunia pendidikan di masa depan,” tambahnya. Pada akhir sambutannya, Dekan juga membuka ruang dialog. “Silakan jika ada hal yang ingin diutarakan dalam rapat ini, kami sangat terbuka,” pungkasnya dengan ramah.
SAMBUTAN: Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., (baju putih).
Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., turut memberikan sambutan sekaligus penguatan kelembagaan. Dengan nada hangat ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra kerja. “Atas nama pimpinan, matur nuwun. Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu. PLP adalah jembatan antara kampus dan realitas kelas, dan kualitasnya harus terus dijaga,” tuturnya.
MENYAMPAIKAN: Riza Faishol, M.Pd., dalam forum Evaluasi PLP Fakultas Tarbiyah.
Sesi inti diisi oleh penyampaian laporan akademik oleh Riza Faishol, M.Pd. Ia memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PLP selama dua bulan, mulai 29 September hingga penarikan resmi pada 4 Desember 2025. Sebanyak 26 sekolah mitra berpartisipasi, meliputi 14 sekolah untuk PAI, 7 untuk PGMI, dan 5 untuk PIAUD. Dalam laporannya, ia juga menyoroti capaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di masing-masing sekolah serta inovasi mahasiswa melalui produk media pembelajaran Ber-Haki.
BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Transformasi Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang bagi Calon Guru”, menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi (28/10/25) pukul 09.00 WIB, bertempat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
DI ATAS PODIUM: Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan pesan dan apresiasi saat sambutan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa tema kuliah umum ini sangat relevan dengan arah pengembangan kompetensi mahasiswa tarbiyah sebagai calon pendidik di era digital.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas dan seluruh panitia yang telah mengusahakan serta memfasilitasi kegiatan ini. Tema ini sangat tepat karena di era ini marak perkembangan teknologi seperti GeminiAI dan berbagai bentuk kecerdasan buatan lainnya. Kita tidak bisa menghindarinya, tetapi harus siap beradaptasi dan meningkatkan kemampuan diri. Namun, jangan sampai kemudahan yang diberikan AI membuat kita terlena tanpa membaca dan berpikir kritis,” pesan beliau.
PEGANG MIC: Wakil Rektor I UNIIB, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., membuka kegiatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNIIB, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., yang dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Fakultas Tarbiyah atas inisiatif akademik yang responsif terhadap isu pendidikan kontemporer.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan dan Kaprodi Fakultas Tarbiyah atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya yakin tema ini dipilih dengan pertimbangan yang mendalam, karena mahasiswa tarbiyah harus memahami dan menguasai kecerdasan buatan sebagai bagian dari profesionalisme guru di masa depan,” tuturnya.
Doa pembuka dipimpin oleh Dr. Imam Mashuri, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., dalam presentasinya, beliau menekankan pentingnya transformasi pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan karakter dan relevansi pembelajaran di tengah era digital. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini meliputi krisis keteladanan, ketimpangan mutu dan akses pendidikan, kecanduan ponsel, serta disinformasi yang berdampak pada degradasi moral peserta didik.
MEMAPARKAN: Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., sampaikan materi dengan gamblang.
“Anda beruntung dapat berproses di lingkungan akademik UNIIB ini. Kompetitor di luar semakin banyak, sehingga pembentukan karakter menjadi hal yang sangat penting” ungkapnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah secara aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan AI dalam pembelajaran pendidikan Islam, kekhawatiran akan tergesernya peran guru oleh teknologi, serta strategi menghadapi perubahan kurikulum berbasis digital.
“AI hanyalah perangkat. Kitalah yang menentukan arah pemanfaatannya. Karena itu, pendidikan Islam perlu terus menanamkan nilai cinta kepada Allah yang bermuara pada cinta kepada sesama dan lingkungan,” terangnya.
FOTO BARENG: tangan simbol U melambangkan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.
Kegiatan kuliah umum ini berjalan dengan kondusif dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang unggul secara intelektual, terampil secara digital, dan kokoh secara spiritual dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan Islam di era kecerdasan buatan.
Banyuwangi, 2 Agustus 2025 — Universitas Ibrahimy Banyuwangi bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura sukses menggelar Webinar Nasional bertajuk “Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak: Peran Deteksi Dini Speech Delay dan Sentuhan Terapeutik Pijat Bayi”, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dalam bidang pendidikan anak usia dini dan perkembangan bahasa, yakni:
Riris Wahyuningsih, M.Pd
Dr. Ria Astuti, M.Pd
Ria Octaviana, M.Pd
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik, mahasiswa, dan masyarakat umum tentang pentingnya deteksi dini gangguan bicara (speech delay) pada anak usia dini serta bagaimana terapi pijat bayi dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam merangsang kemampuan bahasa anak.
Dalam penyampaiannya, Riris Wahyuningsih, M.Pd menekankan pentingnya peran guru dan orang tua sebagai pihak pertama yang harus mampu mengenali tanda-tanda keterlambatan bicara sejak dini. Sementara itu, Ria Octaviana, M.Pd, membahas aspek edukatif dan psikologis dari keterlambatan perkembangan bahasa, serta strategi kolaboratif yang bisa dilakukan antara keluarga, guru, dan tenaga profesional. Dr. Ria Astuti, M.Pd melengkapi diskusi dengan membahas terapi pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi sensorik dan motorik yang dapat mendukung perkembangan sistem saraf anak, termasuk dalam ranah berbahasa.
Webinar ini berlangsung secara daring dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, terutama mahasiswa Prodi PIAUD dari kedua universitas penyelenggara, guru PAUD, dan praktisi pendidikan anak. Antusiasme peserta tercermin dari aktifnya sesi diskusi dan sharing pengalaman lapangan yang memperkaya perspektif semua pihak.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk kolaborasi lanjutan dalam pengembangan keilmuan dan praktik terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini, khususnya dalam aspek bahasa dan komunikasi.
Banyuwangi, 4 Juli 2025 – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal sukses menyelenggarakan webinar bertema “Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini”, pada Jumat, 4 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antarlembaga dalam rangka pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi PIAUD dari kedua kampus tersebut.
Webinar menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Riris Wahyuningsih, M.Pd dan Annisa Wahyuni, M.Pd, yang membagikan wawasan seputar pentingnya kegiatan mendongeng (story time) sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mendidik, khususnya untuk anak usia dini.
Dalam pemaparannya, Annisa Wahyuni, M.Pd menjelaskan bahwa melalui kegiatan mendongeng yang memperkenalkan beragam cerita dari berbagai budaya, anak-anak dapat diperkenalkan pada nilai-nilai multikultural yang penting dalam membentuk karakter sejak dini. Literasi multikultural ini menjadi salah satu upaya dalam menanamkan sikap toleran, empati, dan saling menghargai perbedaan.
Sementara itu, Riris Wahyuningsih, M.Pd menyoroti tingginya durasi screen time pada anak-anak di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa mendongeng dapat menjadi solusi praktis untuk mengalihkan ketergantungan anak terhadap layar gadget, sekaligus mempererat hubungan emosional antara anak dan orang dewasa.
Webinar ini tidak hanya memberikan bekal teoretis, tetapi juga disertai contoh-contoh praktis teknik mendongeng yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal.
Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan inovasi pendidikan anak usia dini yang relevan dengan tantangan zaman, serta mencetak pendidik-pendidik yang peduli terhadap pentingnya literasi dan nilai-nilai budaya sejak dini.
Banyuwangi — Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Kalkulus Diferensial”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Minggu, 15 Maret 2025, dan diikuti oleh mahasiswa semester 1 Program Studi Tadris Matematika.
Kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas KH. Muhtar Syafaat (UIMSYA). Melalui kegiatan ini, kedua institusi berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang akademik, khususnya dalam peningkatan mutu pembelajaran matematika dan pengembangan kompetensi mahasiswa calon pendidik.
Kuliah tamu ini menghadirkan Ahmad Sofiyullah, M. Pd., dosen Prodi Tadris Matematika dari Universitas KH. Muhtar Syafaat yang menyampaikan berbagai konsep penting dalam kalkulus diferensial, termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan dinamis antara pemateri dan peserta.
Alex Haris Fauzi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa, terutama dalam memahami secara mendalam konsep dan penerapan kalkulus diferensial. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, khususnya pada mata kuliah Kalkulus Diferensial. Selain memperluas wawasan keilmuan, kuliah tamu ini juga mampu menumbuhkan motivasi belajar dan semangat akademik mahasiswa dalam memahami bidang matematika secara lebih kontekstual,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa tampak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menunjukkan minat besar terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan matematika.
Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Tadris Matematika UNIIB dalam mewujudkan visi pendidikan yang unggul dan kolaboratif, sekaligus mempererat kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme calon pendidik di masa depan.
Banyuwangi, 15 Januari 2025 – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas (Paran Lare Tarbiyah) pada Rabu, 15 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai produk hasil implementasi mata kuliah dalam bentuk praktik nyata yang kreatif dan inovatif.
Paran Lare Tarbiyah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mendorong mahasiswa, khususnya dari program studi pendidikan, untuk mengembangkan ide-ide kreatif, media pembelajaran, dan produk edukatif lainnya sebagai wujud penerapan teori ke dalam praktik.
Pameran Mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
Dalam pameran tahun ini, puluhan stand mahasiswa menampilkan berbagai produk pembelajaran mulai dari media edukatif untuk anak usia dini, alat peraga interaktif, hingga model pembelajaran tematik berbasis budaya lokal. Karya-karya yang ditampilkan merupakan hasil integrasi antara pemahaman akademik dengan kreativitas individu maupun kelompok.
Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan juga sarana penilaian terhadap pemahaman mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kelas. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diuji pada sisi teoritis, tetapi juga pada bagaimana mereka mampu merancang, memproduksi, dan mempresentasikan hasil karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.
Sambutan: Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan sambutan.
Kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi atas semangat inovasi mahasiswa dalam menciptakan solusi pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di era modern.
Dengan adanya Paran Lare Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah berharap mahasiswa semakin terdorong untuk terus berkarya dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan secara profesional dan kreatif.
Banyuwangi, 3Oktober 2024 — Suasana ruang C8 Kampus IAI Ibrahimy Genteng-Banyuwangi tampak hidup pagi itu. Puluhan mahasiswa Program Studi Tadris Matematika berkumpul dengan antusias, menyimak paparan dari praktisi pendidikan yang telah lama berkecimpung di dunia pengajaran matematika. Melalui kegiatan Kuliah Tamu bertajuk “Kurikulum dan Pembelajaran Matematika di Sekolah”, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2024, para mahasiswa diajak memahami lebih dalam tentang arah dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran matematika.
Zaenal Arifin, M.Pd., Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan yang digelar oleh Program Studi Tadris Matematika IAI Ibrahimy ini menghadirkan Zaenal Arifin, M.Pd., Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Banyuwangi, Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Banyuwangi, sekaligus Guru Matematika di SMPN 1 Bangorejo.
Dalam pemaparannya, Zaenal Arifin menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif dalam mengelola proses belajar. “Guru matematika tidak hanya dituntut menguasai konsep, tetapi juga harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi masalah nyata agar siswa dapat berpikir kritis dan analitis.
Kegiatan ini disambut positif oleh mahasiswa. Mila Rohmatun Nisa, salah satu mahasiswa semester enam, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Selama ini kami hanya mengenal Kurikulum Merdeka dari teori di kelas. Melalui kuliah tamu ini, kami bisa melihat langsung bagaimana penerapannya di sekolah dan tantangan yang dihadapi guru di lapangan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ketua Program Studi Tadris Matematika IAII, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian penting dari strategi peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebagai calon guru matematika yang akan mengabdikan diri di lembaga pendidikan,” tutur Alex Haris Fauzi.
Lebih lanjut, Alex menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah konkret Program Studi Tadris Matematika IAII dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kemandirian belajar dan pembentukan karakter peserta didik.
Mahasiswa Tadris Matematika, peserta dalam kuliah tamu.
Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Tadris Matematika IAII semakin siap dan percaya diri untuk menjadi pendidik yang profesional, inovatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang inspiratif di masa depan.
Banyuwangi — Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Genteng Banyuwangi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa “Pelatihan Aplikasi Geogebra untuk Guru pada Pembelajaran Matematika”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 25 Februari 2024, bertempat di Aula Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi. Pelatihan ini diikuti oleh para guru serta siswa dari lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo, yaitu MA Miftahul Ulum, SMK Ibrahimy, MTs Miftahul Ulum, dan MI Miftahul Ulum.
MENYIMAK: Peserta menyimak dengan penuh saat narasumber menyampaikan materi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Genteng Banyuwangi dengan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo. Melalui kegiatan ini, Prodi Tadris Matematika berupaya mengimplementasikan salah satu tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di lingkungan pendidikan mitra.
Pelatihan ini menghadirkan Alex Haris Fauzi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika IAII Genteng, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis digital, khususnya aplikasi Geogebra, dalam mendukung visualisasi konsep-konsep matematika. “Penggunaan Geogebra dapat membantu guru menjelaskan materi matematika secara lebih interaktif dan menarik, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep abstrak melalui representasi visual. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekaligus memotivasi siswa untuk lebih mencintai matematika,” ujar Alex Haris Fauzi.
Sementara itu, Tohari, S.Pd.I, selaku Kepala MA Miftahul Ulum Bengkak, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan kolaboratif ini. Ia menilai bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat besar, baik bagi guru maupun siswa. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak IAII Genteng terutama pada Program Studi Tadris Matematika yang telah memberikan pelatihan ini. Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan wawasan baru tentang inovasi pembelajaran matematika berbasis teknologi, dan para siswa juga semakin termotivasi untuk belajar matematika dengan cara yang lebih menyenangkan,” ungkapnya.
Kegiatan pelatihan berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan aplikasi Geogebra. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan mitra semakin kuat, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, khususnya dalam bidang pendidikan matematika. Program Studi Tadris Matematika IAII Genteng berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat pendidikan melalui berbagai kegiatan pelatihan, penelitian, dan inovasi pembelajaran di masa mendatang.