LESTARIKAN KULTUR AKADEMIK, DEMA-F TARBIYAH GELAR PELATIHAN KTI
BANYUWANGI – Semangat membangun budaya akademik digaungkan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bertema “Penguatan Karakter Akademik: dari Gagasan Menjadi Karya” yang digelar pada Selasa, (19/5/26) di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya DEMA-F Tarbiyah dalam melestarikan kultur akademik di lingkungan kampus, khususnya dalam membangun tradisi literasi dan kepenulisan ilmiah di kalangan mahasiswa. Tidak hanya diikuti mahasiswa Fakultas Tarbiyah, acara juga dihadiri mahasiswa dari Fakultas Dakwah, Syari’ah, Ekonomi Bisnis, hingga lintas kampus seperti Universitas Islam KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) dan Universitas Bakti Indonesia (UBI).

Dalam rangkaian acara, panitia menghadirkan Prof. Dr. H. Sabarudin, M.Si., Guru besar bidang ilmu sosiologi Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai keynote speaker yang secara daring via Google Meet dan ditampilkan melalui videotron. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa karakter akademik mahasiswa tidak hanya dibangun melalui kecerdasan berpikir, tetapi juga melalui kejujuran ilmiah, budaya membaca, tradisi menulis, wawasan yang luas, sikap kritis, serta kedisiplinan.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Mashuri, M.Pd., turut berikan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan, bahwa seorang penulis karya tulis ilmiah harus mampu mempertanggungjawabkan tulisan yang dibuatnya, baik dari sisi data, sumber, maupun isi pembahasannya.

Tidak sekadar seremonial, acara inti juga diisi dengan pemaparan mengenai langkah awal menulis karya tulis ilmiah oleh Nur Laili, S.Pd., alumni Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, yang saat ini melanjutkan studinya di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam materinya, ia menyampaikan bahwa membangun tradisi keilmuan harus dimulai dari fondasi yang kuat berupa kemauan membaca, keberanian berpikir, serta kesungguhan dalam menulis.

Sementara itu, Gubernur DEMA-F Tarbiyah, Millah Astika Suci, wanita yang kerap disapa Milla dalam sambutannya sampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk respon terhadap kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi tugas akhir. Menurutnya, mahasiswa perlu mengenal artikel dan jurnal ilmiah sejak dini agar lebih siap dalam proses akademik ke depan.
Dalam closing statementnya sebagai moderator pada acara inti, Millah juga menegaskan bahwa pelatihan KTI ini bersifat berkelanjutan. Oleh karena itu, peserta diharapkan tetap mengikuti Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disiapkan panitia sebagai wadah pengembangan kemampuan menulis ilmiah secara sustainable.
Melalui kegiatan ini, DEMA-F Tarbiyah UNIIB berharap semangat akademik dan budaya literasi mahasiswa terus tumbuh, sehingga mampu melahirkan generasi intelektual yang aktif berkarya dan berkontribusi melalui tulisan ilmiah.
