BAGIKAN KESAN MUNAQASYAH, HARU MAHASISWA PAI UNIIB USAI SIDANG

BANYUWANGI Rasa lega bercampur haru masih terasa di antara, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB). Keduanya membagikan kesan mereka atas proses panjang yang baru saja dilalui.

Sidang munaqasyah ini diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) sebagai bagian dari agenda akademik rutin tiap periode kelulusan. Pelaksanaannya berlangsung pada Jumat (24/7/26) secara serentak di lima ruang, yaitu Ruang A1, A2, A3, A4, dan C1, guna mengakomodasi jumlah mahasiswa yang mengikuti sidang akhir studi pada periode ini.

Miftahul Arifin, mahasiswa Prodi PAI yang akrab disapa Miftah, salah satu peserta sidang, membagikan pandangannya mengenai makna sidang munaqasyah bagi mahasiswa tingkat akhir,

“Hari ini, saya serasa menatap pintu ruang penantian. Rasanya campur aduk, ada bahagia karena satu langkah lagi selesai, dan ada sedih karena waktunya sudah usai,” ungkapnya.

Baginya, sidang munaqasyah bukan sekadar forum formal untuk pertanggungjawabkan data dan angka penelitian,

“Saya rasa di sidang ini juga bukan sekadar tempat mempertanggungjawabkan angka, melainkan perayaan kecil atas keberanian yang tak pernah mereda,” imbuh Miftah.

Di akhir keterangannya, Miftah turut menitipkan harapan sekaligus permohonan doa. “Mohon doanya, kawan-kawan, semoga langkah ini menemukan alurnya,” pungkasnya.

Senada dengan Miftah, Aisyah Ainur Rahmah, akrap disapa Aisyah, turut menyampaikan kesannya usai proses sidang,
 

“Sedikit dag dig dug, tapi ada ketenangan tersendiri. Mungkin karena dibantu doa dari orang tua, jadi ikut membantu menenangkan hati saya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa dukungan dan doa restu orang tua menjadi salah satu faktor penguat mentalnya dalam menghadapi sidang. Ia berharap, kelulusannya kelak dapat menjadi wujud persembahan atas dukungan tersebut.

“Harapan saya dari selesainya sidang skripsi ini, semoga orang tua saya bahagia dan bangga melihat perjalanan yang telah saya lalui, berkat dukungan dan motivasi yang mereka berikan,” tuturnya.

BERDERET: Mahasiswa sebagai peserta sidang munaqasyah mempersiapkan diri.

Sidang munaqasyah ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan Prodi PAI yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga siap mengaplikasikan keilmuannya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam.