FAKULTAS TARBIYAH UNIIB GELAR REVIEW KURIKULUM BERBASIS OBE, HADIRKAN PAKAR DARI UIN SUNAN KALIJAGA

BANYUWANGI — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Senin (27/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dan disiarkan melalui Zoom Meeting ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Tarbiyah dalam memperkuat mutu kurikulum di seluruh program studi yang dinaunginya.

Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Aninditya Sri Nugraheni, S.Pd., M.Pd., akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome). Kehadiran narasumber dari luar kampus ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru sekaligus memperkaya wawasan seluruh peserta dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kegiatan review kurikulum ini diikuti oleh lima program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Turut hadir dalam acara ini, Rektor UNIIB, jajaran dosen Fakultas Tarbiyah, serta perwakilan mahasiswa dari kelima program studi tersebut, sehingga proses review kurikulum dapat berjalan secara partisipatif dan menyeluruh.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, menyampaikan bahwa masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi) beserta Tim Kurikulum telah mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum.

“Alhamdulillah, masing-masing Kaprodi dan Tim Kurikulum sudah mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kegiatan review hari ini. Kami berharap seluruh dokumen ini dapat kita kaji bersama secara mendalam, sehingga hasil review kurikulum benar-benar aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujar Dr. Imam Wahyono.

Sementara itu, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pimpinan universitas kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan kegiatan review kurikulum ini.

“Pimpinan memberikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang turut mensukseskan acara review kurikulum ini. Ini adalah ikhtiar bersama untuk terus memperbaiki mutu pendidikan kita, dan saya berharap seluruh civitas akademika Fakultas Tarbiyah dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya demi lahirnya kurikulum yang unggul dan relevan,” tegas Dr. H. Lukman Hakim.

Secara umum, kurikulum berbasis OBE dirancang dengan berorientasi pada capaian pembelajaran yang jelas dan terukur, bukan sekadar pada proses pembelajaran semata. Pendekatan ini menempatkan kompetensi lulusan sebagai titik tolak dalam merancang mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem penilaian, sehingga setiap komponen kurikulum saling terhubung untuk memastikan mahasiswa benar-benar menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan di dunia kerja maupun masyarakat. Melalui OBE, perguruan tinggi juga dituntut untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian kurikulum secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta tuntutan zaman.

Dengan digelarnya review kurikulum ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan mampu mencetak lulusan yang berkarakter serta berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

MPI UNIIB Perkuat Jejaring Akademik pada Temu Tahunan PPMPI ke-13 dan The 8th ACIEM 2026

SITUBONDO – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) turut berpartisipasi dalam Temu Tahunan Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-13 dan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Utama Raya Situbondo. Kegiatan nasional ini dihadiri oleh para akademisi, ketua program studi, dosen, peneliti, serta praktisi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis, meliputi Forum Transformasi Kurikulum MPI Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Artificial Intelligence (AI), FGD Tematik MPI 5.0, Best Practices and Innovation Showcase, Penandatanganan Kerja Sama (MoU/PKS), serta pemberian apresiasi kepada program studi, dosen, dan mahasiswa yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi diwakili oleh dosen Program Studi MPI, Dr. Rifqi Firdaus, M.Pd., yang turut berpartisipasi sebagai presenter pada The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026. Keikutsertaan sebagai pemakalah menjadi bagian dari komitmen UNIIB dalam mengembangkan budaya akademik, memperkuat tradisi riset, serta memperluas kontribusi keilmuan di bidang Manajemen Pendidikan Islam. Forum ilmiah ini juga menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi antarakademisi dalam merespons tantangan transformasi pendidikan tinggi Islam di era digital, khususnya melalui penguatan kurikulum berbasis OBE dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence.

Momentum Temu Tahunan PPMPI ke-13 juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan 10 perguruan tinggi dari lingkungan PTKIN maupun PTKIS. Beberapa perguruan tinggi yang terlibat di antaranya UIN Sunan Ampel Surabaya, UII Dalwa Pasuruan, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Islam An-Nur Lampung serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terlaksananya berbagai program kolaboratif, seperti guest lecture, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu akademik. Dengan adanya jejaring yang semakin luas, UNIIB optimistis mampu memperkuat kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing Program Studi MPI di tingkat nasional.

Selain menjadi ajang penguatan kolaborasi dan pengembangan akademik, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada program studi, dosen, dan mahasiswa yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Pada kesempatan tersebut, Dr. Rifqi Firdaus, M.Pd., dosen MPI UNIIB yang berusia 29 tahun, memperoleh Best Award sebagai Young Researcher Award PPMPI.

Penghargaan tersebut menjadi pelengkap dari keikutsertaan aktif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam forum nasional ini sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

BAGIKAN KESAN MUNAQASYAH, HARU MAHASISWA PAI UNIIB USAI SIDANG

BANYUWANGI Rasa lega bercampur haru masih terasa di antara, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB). Keduanya membagikan kesan mereka atas proses panjang yang baru saja dilalui.

Sidang munaqasyah ini diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) sebagai bagian dari agenda akademik rutin tiap periode kelulusan. Pelaksanaannya berlangsung pada Jumat (24/7/26) secara serentak di lima ruang, yaitu Ruang A1, A2, A3, A4, dan C1, guna mengakomodasi jumlah mahasiswa yang mengikuti sidang akhir studi pada periode ini.

Miftahul Arifin, mahasiswa Prodi PAI yang akrab disapa Miftah, salah satu peserta sidang, membagikan pandangannya mengenai makna sidang munaqasyah bagi mahasiswa tingkat akhir,

“Hari ini, saya serasa menatap pintu ruang penantian. Rasanya campur aduk, ada bahagia karena satu langkah lagi selesai, dan ada sedih karena waktunya sudah usai,” ungkapnya.

Baginya, sidang munaqasyah bukan sekadar forum formal untuk pertanggungjawabkan data dan angka penelitian,

“Saya rasa di sidang ini juga bukan sekadar tempat mempertanggungjawabkan angka, melainkan perayaan kecil atas keberanian yang tak pernah mereda,” imbuh Miftah.

Di akhir keterangannya, Miftah turut menitipkan harapan sekaligus permohonan doa. “Mohon doanya, kawan-kawan, semoga langkah ini menemukan alurnya,” pungkasnya.

Senada dengan Miftah, Aisyah Ainur Rahmah, akrap disapa Aisyah, turut menyampaikan kesannya usai proses sidang,
 

“Sedikit dag dig dug, tapi ada ketenangan tersendiri. Mungkin karena dibantu doa dari orang tua, jadi ikut membantu menenangkan hati saya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa dukungan dan doa restu orang tua menjadi salah satu faktor penguat mentalnya dalam menghadapi sidang. Ia berharap, kelulusannya kelak dapat menjadi wujud persembahan atas dukungan tersebut.

“Harapan saya dari selesainya sidang skripsi ini, semoga orang tua saya bahagia dan bangga melihat perjalanan yang telah saya lalui, berkat dukungan dan motivasi yang mereka berikan,” tuturnya.

BERDERET: Mahasiswa sebagai peserta sidang munaqasyah mempersiapkan diri.

Sidang munaqasyah ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan Prodi PAI yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga siap mengaplikasikan keilmuannya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

MUNAQASYAH BERLANGSUNG SIMULTAN, 3 PRODI FAKULTAS TARBIYAH BERAKSI DI 10 MEJA

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah kembali melaksanakan agenda akademik tahunan berupa sidang munaqasyah skripsi dan jurnal ilmiah bagi mahasiswa semester akhir. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana.

Guna mempercepat pelaksanaan sidang tanpa mengurangi kualitas penilaian, panitia membagi proses ujian ke dalam 10 meja yang tersebar di beberapa ruangan. Skema ini memungkinkan mahasiswa sebagai peserta sidang dari ketiga program studi mengikuti kegiatan secara simultan sesuai jadwal yang telah ditetapkan

Setiap meja sidang diampu oleh tim penguji yang berkompeten di bidang kajian masing-masing. Selama sidang berlangsung, mahasiswa diminta memaparkan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta menjawab pertanyaan kritis dari penguji terkait metodologi, isi, maupun kontribusi keilmuan dari skripsi atau jurnal yang disusun.

Salah satu mahasiswa Program Studi PIAUD, Ageng Harta Kumala, turut membagikan kesannya menjelang sidang munaqasyah. Ia mengaku sempat merasa gugup dan tegang, namun di sisi lain juga bersyukur karena telah sampai pada tahap tersebut setelah melalui proses belajar yang panjang.

“Munaqasyah menjadi momen yang membuktikan bahwa setiap usaha, doa, dan kerja keras tidak pernah sia-sia,” ujarnya.

Kepada mahasiswa baru, Ageng turut berpesan agar menikmati setiap proses perkuliahan, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Ia juga mengajak para camaba untuk memanfaatkan setiap kesempatan guna belajar, berkembang, serta membangun relasi.

“Tetap semangat, konsisten, dan percaya bahwa setiap langkah kecil hari ini akan membawa kalian pada pencapaian besar di masa depan,” pesannya.

Rangkaian sidang munaqasyah Fakultas Tarbiyah di 10 meja tersebut berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi solid antara panitia pelaksana, pimpinan fakultas, dan program studi, sehingga seluruh proses dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.