PARAN LARE: RUANG KREATIVITAS MAHASISWA FAKUTAS TARBIYAH
BANYUWANGI – Paran Lare, singkatan dari Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas, digelar Fakultas Tarbiyah, di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, pada Selasa pagi (13/1/26). Kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini, selalu menamppilkan beragam kreativitas mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, dalam sambutannya menuturkan bahwa semua produk yang ditampilkan di setiap stand merupakan hasil karya mahasiswa Fakutas Tarbiyah. Selain itu, produk-produk yang ada adalah bentuk luaran dari tugas-tugas mata kuliah di semester ganjil ini.

“Mulai dari awal hingga akhir acara, yang panjenengan lihat di setiap stand adalah produk kreativitas mahasiswa kami, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Dan ini adalah hasil dari proses pembelajaran selama semester,” ujar Pak Imam, sapaan akrabnya.
Selain menjadi produk, Dekan berharap, mahasiswa ini tidak sekadar bertujuan mendapatkan nilai yang bagus. Tetapi juga menjadi referensi bagi proses pembelajaran saat telah menjadi alumni dan menjadi pendidik.
“Namun, kami harap, mahasiswa dengan karyanya, jangan hanya berorientasi pada nilai saja. Jadikan Paran Lare ini sebagai ruang belajar juga. Di dalamnya, terdapat banyak referensi yang sangat bermanfaat untuk proses menjadi pendidik,” tambahnya.
Senada dengan yang disampaikan Dekan asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng itu, Bey Arifin Sidom, M.Pd. selaku Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa Paran Lare ditujukan untuk mengenakan kreativitas mahasiswa.

“Jadi, Paran Lare ini merupakan panggung bagi mahasiswa untuk mengenalkan produk dan kreativitas mereka. Sehingga, dengan adanya Paran Lare, mereka memiliki ruang untuk unjuk kebolehan,” kata Pak Bey.
Kegiatan pagi ini juga dihadiri oleh pimpinan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, yakni Wakil Rektor I dan III. Dalam hal ini, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I. (Wakil Rektor I) memberikan sambutannya. Paran Lare, kata Pak Aziz, tidak boleh sekadar dijadikan ajang pamer semata.
“Ini bukan hanya ajang pamer. Bukan hanya untuk pamer-pameran saja. Tapi, ini harus dimaknai sebagai hasil dari proses pembelajaran. Sebab, kurikuum kita ini sudah beranjak ke OBE (Outcome Based Education),” katanya.

Dihadiri oleh siswa-siswi dari beberapa SLTA di kecamatan Genteng dan Sempu, Wakil Rektor I tersebut mengharapkan agar pameran produk ini tidak berhenti di Aula. Harus juga didiseminasikan ke sekolah-sekolah.
“Kami mengharapkan agar produk-produk pembelajaran yang ada di Paran Lare tahun 2026 ini dapat digunakan di sekolah-sekolah. Jadi, tidak hanya berhenti di Aula saja. Ini PR buat bapak Dekan. Artinya, produk-produk itu dihakikan, lalu dapat dibawa dan dipakai (manfaatkan, red.) di sekolah A, sekolah B,” pungkas Pak Aziz.

Kegiatan berlangsung dengan meriah. Para hadirin tidak hanya sekadar menikmati dan berlalu-lalang di stand demi stand, tetapi juga menikmati pertunjukan skill mahasiswa UNIIB. Di antaranya, drama, seni tari dari mahasiswi-mahasiswi PIAUD, akustik UKM Musik, monolog UKM Teater Pinggir Kali, paduan suara Nawasena Gema Blambangan. Tidak hanya itu, dalam mengabadikan momentum, UKM Pers El Mizna membuka foto studio di lokasi.
