MUKERNAS XII PD-PGMI Indonesia Perkuat Sinergi Nasional, Kaprodi Sepakati Kerja Sama Antar perguruan Tinggi

Malang – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan kelembagaan, dan peningkatan mutu Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di seluruh Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang (UNISMA) ini dihadiri oleh seluruh pengurus PD-PGMI Indonesia, ketua program studi (Kaprodi), dosen PGMI, serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mukernas XII tidak hanya menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi dan menyusun arah kebijakan PD-PGMI Indonesia ke depan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, pengembangan riset kolaboratif, hingga percepatan akreditasi program studi. Berbagai agenda yang dibahas diarahkan untuk memperkuat daya saing lulusan PGMI sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan dasar Islam di Indonesia.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dalam Mukernas XII adalah pelaksanaan Memorandum of Agreement (MoA) antarpengelola Program Studi PGMI dari berbagai universitas. Penandatanganan MoA tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh kaprodi untuk membangun jejaring kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik secara bersama.

Foto Dokumentasi Kegiatan MUKERNAS

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam hal ini Ibu Eka Ramiati, M.Pd memanfaatkan momentum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII PD-PGMI Indonesia untuk memperluas jejaring kemitraan akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Kerja sama tersebut dijalin bersama Program Studi PGMI UIN Madura, Universitas Muhammadiyah Mataram, Institut Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang, dan Institut Agama Islam Qomarul Huda Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penandatanganan MoA ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi PGMI.

Dokumentasi Kaprodi PGMI saat melakukan MoA dengan beberapa perguruan tinggi

Melalui kesepakatan tersebut, masing-masing perguruan tinggi berkomitmen mengembangkan berbagai bentuk kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pelaksanaan kegiatan akademik bersama, seperti seminar nasional, kuliah tamu, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar Islam di era transformasi digital.

Ketua Program Studi PGMI Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyampaikan bahwa kerja sama antar kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas ruang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa. Melalui sinergi tersebut, setiap institusi dapat saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik baik dalam pengelolaan program studi sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan akademik secara berkelanjutan.

Penandatanganan MoA yang dilaksanakan dalam rangkaian Mukernas XII PD-PGMI Indonesia juga menjadi bukti nyata semangat kebersamaan antarprogram studi PGMI di berbagai daerah. Keberagaman latar belakang perguruan tinggi yang terlibat diharapkan dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi pengembangan kompetensi dosen, mahasiswa, serta peningkatan kualitas lulusan PGMI.

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui penyusunan program kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, kemitraan yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan diwujudkan dalam berbagai kegiatan nyata yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan budaya riset, serta pengembangan inovasi pembelajaran di lingkungan Program Studi PGMI.

Ketua panitia menyampaikan bahwa “tingginya partisipasi para kaprodi, dosen, dan pengurus PD-PGMI Indonesia menunjukkan semangat kebersamaan yang semakin kuat dalam membangun pendidikan PGMI yang unggul”. Diharapkan hasil Mukernas XII tidak hanya menjadi rekomendasi organisasi, tetapi juga mampu diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan dampak langsung bagi pengembangan program studi, peningkatan kompetensi dosen, dan kualitas lulusan PGMI di seluruh Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi nasional, Mukernas XII PD-PGMI Indonesia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan guru madrasah tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan melalui kerja sama antarlembaga yang berkelanjutan. Penandatanganan MoA oleh para kaprodi menjadi simbol kuat lahirnya komitmen bersama untuk membangun jaringan akademik nasional yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

MAHASISWA PRODI PAI 6C UNIVERSITAS ISLAM IBRAHIMY BANYUWANGI KUNJUNGI KUA GENTENG, DALAMI MODERASI BERAGAMA

BANYUWANGI – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 6C Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kunjungan akademik ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng pada Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama yang bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat.

Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Ansari, S.Sy., M.H., dan diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Genteng, H. Syaiful Karim, M.Pd.I., beserta jajaran pegawai KUA. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat keilmuan melalui sesi observasi, diskusi, dan pemaparan materi mengenai moderasi beragama.

Dalam sambutannya, Ansari, S.Sy., M.H. menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai sarana “silaturahmi” antara civitas akademika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dengan KUA Kecamatan Genteng. Kedua, sebagai kegiatan observasi dan diskusi terkait implementasi moderasi beragama di masyarakat serta peran strategis KUA dalam membina dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Ketiga, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak KUA Kecamatan Genteng yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan mahasiswa dengan baik.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana moderasi beragama diterapkan dalam kehidupan masyarakat serta bagaimana peran KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap Ansari.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Genteng, H. Syaiful Karim, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa PAI 6C. Beliau menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu strategi penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam sesi pengarahan, H. Syaiful Karim menjelaskan bahwa terdapat empat pilar utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Menurutnya, keempat pilar tersebut harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan menghargai perbedaan.

“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara seimbang, menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan bangsa,” jelasnya di hadapan para mahasiswa.

Para mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai tantangan implementasi moderasi beragama di era digital, peran generasi muda dalam menjaga kerukunan, serta program-program KUA dalam membina masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai moderasi beragama, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia pendidikan. Kunjungan akademik ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan dalam membangun generasi yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Fakultas Tarbiyah UNIIB Gelar Peninjauan Kurikulum OBE Bersama Lima Program Studi

Banyuwangi – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) pada tanggal 04/06/2026 menyelenggarakan kegiatan Rapat Peninjauan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di Ruang Meeting Fakultas Tarbiyah yang melibatkan lima program studi, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan regulasi terbaru.

Rapat peninjauan kurikulum tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah (Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I) Ketua Program Studi PAI (Dr. Imam Mashuri, M.Pd), Ketua Program Studi PGMI (Eka Ramiati, M.Pd), Ketua Program Studi PIAUD (Riris Wahyuningsih, M.Pd), Ketua Program Studi Tadris Matematika (Alex Haris Fauzi, M.Pd), dan Ketua Program Studi MPI (Nurul Fatimah, M.Pd), serta tim penyusun dan peninjau kurikulum dari masing-masing program studi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan stakeholder.

Dekan Fakultas Tarbiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum merupakan agenda penting yang harus dilakukan secara berkala guna menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital dan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi. Menurutnya, kurikulum yang adaptif dan relevan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing.

Dalam prosesnya, masing-masing program studi membentuk tim peninjauan kurikulum yang bertugas melakukan kajian terhadap struktur kurikulum, profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, serta relevansinya dengan kebutuhan pengguna lulusan. Selain itu, proses peninjauan juga melibatkan masukan dari pakar, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa guna memperoleh perspektif yang komprehensif dalam penyusunan kurikulum yang berkualitas.

Melalui kegiatan peninjauan kurikulum ini, Fakultas Tarbiyah UNIIB berharap dapat menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, memperkuat kualitas akademik program studi, serta mendukung pencapaian visi fakultas dalam mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, religius, dan berdaya saing global.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut pada masing-masing program studi. Fakultas juga menekankan pentingnya dokumentasi dan publikasi kegiatan melalui media sosial fakultas maupun program studi sebagai bagian dari transparansi dan diseminasi informasi kepada masyarakat akademik.