MERAYAKAN HARI Pi DI BULAN RAMADAN: TADRIS MATEMATIKA UNIIB BERBAGI TAKJIL

Banyuwangi — Suasana berbeda tampak di gerbang depan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) pada Sabtu sore (14/3). Mahasiswa dan dosen Program Studi Tadris Matematika turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Matematika Internasional yang juga dikenal sebagai Hari Pi atau Hari Matematika Internasional (International Day of Mathematics), yang diperingati setiap tanggal 14 Maret, dan pada tahun 2026 ini mengusung tema “Matematika dan Harapan”.

Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Bagi civitas akademika Prodi Tadris Matematika UNIIB, perpaduan antara peringatan Hari Pi dan ibadah puasa menjadi simbol harmoni antara ilmu pengetahuan dan nilai spiritual. Layaknya bilangan π (pi) yang tak pernah berakhir, semangat berbagi dan kebaikan juga diharapkan terus mengalir tanpa batas kepada sesama.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan paket takjil dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di depan kampus. Mahasiswa tampak antusias menyapa masyarakat dengan senyum dan salam, menghadirkan suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sarana refleksi bahwa ilmu matematika dapat memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengandung pesan filosofis yang menghubungkan matematika dengan nilai-nilai Ramadan. Menurutnya, matematika sering dipahami sebagai ilmu tentang angka, rumus, dan logika. Namun di balik itu, matematika juga mengajarkan prinsip keseimbangan, ketepatan, dan keteraturan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan makna ibadah puasa yang mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, serta keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan spiritual.

Jika dalam matematika kita mengenal konsep keteraturan dan keseimbangan, maka Ramadan juga mengajarkan hal yang sama dalam kehidupan manusia. Puasa melatih kita untuk menata diri, menahan keinginan, serta memperbanyak kebaikan. Kegiatan berbagi takjil ini adalah salah satu cara kami menghubungkan nilai keilmuan dengan praktik kemanusiaan,” ujar Alex Haris Fauzi.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar matematika secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut dapat melahirkan sikap peduli dan empati kepada masyarakat. Dengan semangat Ramadan dan inspirasi dari Hari Pi, Tadris Matematika UNIIB berharap tradisi berbagi ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari budaya akademik yang humanis dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Tamaamy2026)

FAKULTAS TARBIYAH MATANGKAN DPL DAN MAHASISWA, SIAP JALANKAN ASISTENSI MENGAJAR

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) bekali Dosen Pembimbing Lapangan, dan mahasiswa guna matangkan kesiapan program MBKM Asistensi Mengajar (AM). Tim panitia selenggarakan pembekalan ini pada Selasa, (24/2/26) di Meeting Room UNIIB.

Sebanyak 22 mahasiswa semester 6 dari 4 Program Studi, diantaranya Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dan Tadris Matematika siap diterjunkan pada Senin (2/3/26). Kali ini mahasiswa diterjunkan ke sejumlah lembaga pendidikan di Banyuwangi sebagai bagian dari program pemerintah yang berorientasi pada penguatan kompetensi calon pendidik.

Pembekalan dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pagi, kegiatan difokuskan pada pembekalan DPL yang akan melakukan pendampingan mahasiswa di sekolah mitra. Dalam sesi ini dibahas peran DPL, mekanisme pendampingan, monitoring, evaluasi, serta target luaran program. Sementara itu, pada sesi siang, pembekalan dilanjutkan kepada mahasiswa peserta Asistensi Mengajar.

SAMBUTAN: Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., dalam forum.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menegaskan bahwa mahasiswa yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi akademik dan psikologi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan mereka sebelum terjun langsung ke lapangan.

“Asistensi Mengajar ini merupakan program dari pemerintah. Kami merancang pelaksanaannya berbeda dengan PLP, baik dari sisi konsep maupun luaran yang dihasilkan,” terang Dekan Fakultas Tarbiyah dalam forum pembekalan DPL.

Dalam arahannya, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., juga memberi amanat kepada mahasiswa untuk menekankan pentingnya menjaga sikap dan profesionalitas selama menjalankan tugas.

“Kita harus bersikap, berpenampilan, dan berkompeten sebagai seorang guru. Jaga nama baik almamater di mana pun kalian ditempatkan,” tegasnya.

Program AM dilaksanakan di lima lembaga pendidikan dengan pendampingan DPL, yakni:

  1. MTsN 8 Banyuwangi: Nasrodin, M.Pd.
  2. MIN 3 Banyuwangi: Mufidah Yusroh, M.Pd.
  3. SD Lazuardi Tursina Banyuwangi: Bella Arini Haq, M.Si.
  4. RA Islam Al Firdaus Tegaldelimo: Ria Octaviana, M.Pd.
  5. TK Al Mubarok Sempu: Fitriyatul Masruroh, M.Psi.
FORUM: Ketua Panitia, Maria Ulfa, M.Pd., dalam sambutan.

Ketua Panitia, Maria Qoriah, M.Pd., menjelaskan bahwa DPL memiliki peran strategis dalam monitoring dan evaluasi mahasiswa selama program berlangsung. Koordinasi antara mahasiswa, DPL, dan pihak sekolah menjadi kunci agar kegiatan berjalan efektif dan terarah. Ia juga menambahkan bahwa pembekalan lanjutan akan kembali diberikan kepada mahasiswa pada sesi siang hari untuk memperkuat pemahaman teknis, target luaran, serta mekanisme pelaporan kegiatan.

Maria Qoriah, M.Pd., juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa untuk mampu menunjukkan kesiapan diri saat terjun ke lapangan.

“Kami berharap kalian tanggap dalam membaur dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Kalian hadir bukan sekadar menjalankan program, tetapi membawa nama baik kampus dan menunjukkan jati diri sebagai calon pendidik,” ujarnya.

Salah satu peserta AM, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fauzan Adhima, kerap disapa Fauzan, juga mengungkapkan rasa antusiasme dan harapannya dalam program ini.

“Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengikuti program Asistensi Mengajar pada tahun ini. Saya rasa akan banyak sekali manfaat dan pengalaman yang didapatkan, karena melalui program ini mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di sekolah. Harapannya program ini bisa dilaksanakan setiap tahun,” terang Fauzan saat diwawancarai.

Sebagai luaran, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan individu, laporan bukti Ber-Hki, serta laporan bukti publikasi artikel ilmiah.

127 PESERTA ANTUSIAS IKUTI PIAUD CUP SEASON 1

BANYUWANGI – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPS PIAUD) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyelenggarakan PIAUD CUP Season 1 Lomba Matematika Dasar pada Sabtu, (18/1/26), berlangsung di Auditorium KHR As’ad Syamsul Arifin UNIIB.

CERIA: Peserta PIAUD CUP Season 1

PIAUD CUP Season 1 diikuti oleh 127 siswa-siswi Taman Kanak-Kanak usia 4-5 tahun dan 6-7 tahun dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Para peserta mengikuti rangkaian lomba Matematika dasar yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan dasar anak usia dini dengan waktu pengerjaan lomba diberikan selama 60 menit.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari dari mahasiswa PIAUD serta senam bersama para peserta, yang menambah suasana ceria dan edukatif selama kegiatan berlangsung.

Ilma Abelia Nanda, Ketua HMPS PIAUD, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan tertib.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Program Studi PIAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Riris Wahyuningsih, M.Pd. Ia mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota awal yang telah ditetapkan. Atas tingginya partisipasi tersebut, Kaprodi PIAUD menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada HMPS PIAUD.

“Peserta yang mendaftar mencapai 127 anak, padahal kuota awal hanya kami batasi 50 peserta. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari lembaga TK serta orang tua terhadap kegiatan PIAUD CUP Season 1,” ungkapnya.

Melalui PIAUD CUP Season 1 ini, HMPS PIAUD berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan potensi dan kreativitas, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini.

PARAN LARE: RUANG KREATIVITAS MAHASISWA FAKUTAS TARBIYAH

BANYUWANGI – Paran Lare, singkatan dari Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas, digelar Fakultas Tarbiyah, di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, pada Selasa pagi (13/1/26). Kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini, selalu menamppilkan beragam kreativitas mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tarbiyah.

Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, dalam sambutannya menuturkan bahwa semua produk yang ditampilkan di setiap stand merupakan hasil karya mahasiswa Fakutas Tarbiyah. Selain itu, produk-produk yang ada adalah bentuk luaran dari tugas-tugas mata kuliah di semester ganjil ini.

SAMBUTAN: Dekan Fakultas Tarbiyah saat memberikan apresiasi kepada segenap peserta Paran Lare dan penyambutan kepada seluruh tamu (13/1/26).

“Mulai dari awal hingga akhir acara, yang panjenengan lihat di setiap stand adalah produk kreativitas mahasiswa kami, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Dan ini adalah hasil dari proses pembelajaran selama semester,” ujar Pak Imam, sapaan akrabnya.

Selain menjadi produk, Dekan berharap, mahasiswa ini tidak sekadar bertujuan mendapatkan nilai yang bagus. Tetapi juga menjadi referensi bagi proses pembelajaran saat telah menjadi alumni dan menjadi pendidik.

“Namun, kami harap, mahasiswa dengan karyanya, jangan hanya berorientasi pada nilai saja. Jadikan Paran Lare ini sebagai ruang belajar juga. Di dalamnya, terdapat banyak referensi yang sangat bermanfaat untuk proses menjadi pendidik,” tambahnya.

Senada dengan yang disampaikan Dekan asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng itu, Bey Arifin Sidom, M.Pd. selaku Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa Paran Lare ditujukan untuk mengenakan kreativitas mahasiswa.

SUMRINGAH: Ketua Panitia saat memberikan penjelasan mengenai tujuan dari Paran Lare (13/1/26).

“Jadi, Paran Lare ini merupakan panggung bagi mahasiswa untuk mengenalkan produk dan kreativitas mereka. Sehingga, dengan adanya Paran Lare, mereka memiliki ruang untuk unjuk kebolehan,” kata Pak Bey.

Kegiatan pagi ini juga dihadiri oleh pimpinan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, yakni Wakil Rektor I dan III. Dalam hal ini, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I. (Wakil Rektor I) memberikan sambutannya. Paran Lare, kata Pak Aziz, tidak boleh sekadar dijadikan ajang pamer semata.

“Ini bukan hanya ajang pamer. Bukan hanya untuk pamer-pameran saja. Tapi, ini harus dimaknai sebagai hasil dari proses pembelajaran. Sebab, kurikuum kita ini sudah beranjak ke OBE (Outcome Based Education),” katanya.

HARAPAN: Wakil Rektor I menyampaikan pesan pimpinan kepada keluarga besar Fakultas Tarbiyah untuk mematenkan produk kreativitas mahasiswa di Paran Lare 2026 (13/1/26).

Dihadiri oleh siswa-siswi dari beberapa SLTA di kecamatan Genteng dan Sempu, Wakil Rektor I tersebut mengharapkan agar pameran produk ini tidak berhenti di Aula. Harus juga didiseminasikan ke sekolah-sekolah.

“Kami mengharapkan agar produk-produk pembelajaran yang ada di Paran Lare tahun 2026 ini dapat digunakan di sekolah-sekolah. Jadi, tidak hanya berhenti di Aula saja. Ini PR buat bapak Dekan. Artinya, produk-produk itu dihakikan, lalu dapat dibawa dan dipakai (manfaatkan, red.) di sekolah A, sekolah B,” pungkas Pak Aziz.

MENARI: Penampilan seni tari yang dilakukan oleh mahasiswi-mahasiswi program studi PIAUD (13/1/26).

Kegiatan berlangsung dengan meriah. Para hadirin tidak hanya sekadar menikmati dan berlalu-lalang di stand demi stand, tetapi juga menikmati pertunjukan skill mahasiswa UNIIB. Di antaranya, drama, seni tari dari mahasiswi-mahasiswi PIAUD, akustik UKM Musik, monolog UKM Teater Pinggir Kali, paduan suara Nawasena Gema Blambangan. Tidak hanya itu, dalam mengabadikan momentum, UKM Pers El Mizna membuka foto studio di lokasi.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Akademik oleh Lembaga Penjamin Mutu Fakultas Tarbiyah

Banyuwangi, 8 Desember 2025 – Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Fakultas Tarbiyah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan kegiatan akademik pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kegiatan monev berlangsung di ruang fakultas dengan suasana kondusif, dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, didampingi masing-masing Ketua Program Studi, yaitu Riris Wahyuningsih, M.Pd selaku Ketua Prodi PIAUD dan Eka Ramiati, M.Pd selaku Ketua Prodi PGMI.

SERIUS: Tim melakukan monev di ruang kerja Fakutas Tarbiyah.

Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan akademik berjalan sesuai standar mutu, mulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran hingga pelaporan hasil belajar mahasiswa. Pada kesempatan ini dilakukan penelaahan terhadap berbagai dokumen pembelajaran, jadwal perkuliahan, ketersediaan RPS, serta pelaksanaan kegiatan akademik pada masing-masing prodi. Selain itu, dilakukan diskusi terbuka dengan Kaprodi terkait hambatan dan langkah tindak lanjut yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan mutu. Proses berjalan secara kondusif dan komunikatif, menghasilkan berbagai masukan serta penguatan dalam pengelolaan dokumen, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan koordinasi internal.

Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan apresiasi terhadap upaya peningkatan mutu yang telah dilakukan oleh program studi serta berharap monitoring dan evaluasi seperti ini terus dilaksanakan secara berkala agar kualitas pembelajaran semakin terjamin. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan berita acara dan kesepakatan tindak lanjut yang akan diterapkan pada semester berikutnya sebagai bentuk komitmen fakultas dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.

EVALUASI PLP, FAKULTAS TARBIYAH LIBATKAN 26 SEKOLAH

BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar Evaluasi Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Tarbiyah di Meeting Room UNIIB, Selasa pagi (2/12/25). Kegiatan ini menghadirkan unsur pimpinan UNIIB, Dekan fakultas, Kaprodi, dosen pembimbing lapangan, koordinator program studi, serta 26 sekolah/madrasah mitra yang diwakili oleh masing-masing instansi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB, Dr. Imam Wahyono, M.Pd., menegaskan pentingnya evaluasi sebagai instrumen akademik untuk menjaga standar mutu praktik kependidikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya PLP. “Terima kasih kepada sekolah mitra, guru pamong dan dosen pembimbing yang telah mendampingi mahasiswa kami, hal ini menunjukkan dedikasi tinggi Bapak/Ibu sekalian. Kami mohon maaf jika selama pelaksanaan PLP terdapat hal yang kurang berkenan di hati panjenengan”, ujarnya.

Ia juga ungkap bahwa PLP merupakan ruang pembentukan kompetensi profesional yang tidak boleh dilewatkan tanpa refleksi akademik. Ia menyampaikan apresiasi dan mengungkapkan bahwa tahun ini fakultas telah mengintegrasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pelaksanaan PLP. “Kami sudah melaksanakan P5 dan tahun ini mahasiswa kami tugaskan untuk menghasilkan karya. Karya itu, jika diintelektualkan, tampak sederhana, tetapi jika tidak dilakukan akan berdampak besar pada kualitas inovasi mahasiswa”, ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa seluruh karya mahasiswa akan diproses hak kekayaan intelektualnya. “InsyaAllah minggu-minggu ini oleh LPPM akan diproses HAKI-nya. Bentuknya beragam, mulai dari buku saku, media pembelajaran, video mengajar, e-book, hingga buku cerita, dan lainnya. Harapannya, selain bermanfaat bagi kampus, karya ini juga memberi dampak bagi sekolah dan dunia pendidikan di masa depan,” tambahnya. Pada akhir sambutannya, Dekan juga membuka ruang dialog. “Silakan jika ada hal yang ingin diutarakan dalam rapat ini, kami sangat terbuka,” pungkasnya dengan ramah.

SAMBUTAN: Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., (baju putih).

Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., turut memberikan sambutan sekaligus penguatan kelembagaan. Dengan nada hangat ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra kerja. “Atas nama pimpinan, matur nuwun. Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu. PLP adalah jembatan antara kampus dan realitas kelas, dan kualitasnya harus terus dijaga,” tuturnya.

MENYAMPAIKAN: Riza Faishol, M.Pd., dalam forum Evaluasi PLP Fakultas Tarbiyah.

Sesi inti diisi oleh penyampaian laporan akademik oleh Riza Faishol, M.Pd. Ia memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PLP selama dua bulan, mulai 29 September hingga penarikan resmi pada 4 Desember 2025. Sebanyak 26 sekolah mitra berpartisipasi, meliputi 14 sekolah untuk PAI, 7 untuk PGMI, dan 5 untuk PIAUD. Dalam laporannya, ia juga menyoroti capaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di masing-masing sekolah serta inovasi mahasiswa melalui produk media pembelajaran Ber-Haki.

DIREKTUR PASCASARJANA UIN KHAS JEMBER BERI KULIAH UMUM

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Transformasi Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang bagi Calon Guru”, menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi (28/10/25) pukul 09.00 WIB, bertempat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.

DI ATAS PODIUM: Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan pesan dan apresiasi saat sambutan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa tema kuliah umum ini sangat relevan dengan arah pengembangan kompetensi mahasiswa tarbiyah sebagai calon pendidik di era digital.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas dan seluruh panitia yang telah mengusahakan serta memfasilitasi kegiatan ini. Tema ini sangat tepat karena di era ini marak perkembangan teknologi seperti Gemini AI dan berbagai bentuk kecerdasan buatan lainnya. Kita tidak bisa menghindarinya, tetapi harus siap beradaptasi dan meningkatkan kemampuan diri. Namun, jangan sampai kemudahan yang diberikan AI membuat kita terlena tanpa membaca dan berpikir kritis,” pesan beliau.

PEGANG MIC: Wakil Rektor I UNIIB, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., membuka kegiatan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNIIB, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., yang dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Fakultas Tarbiyah atas inisiatif akademik yang responsif terhadap isu pendidikan kontemporer.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan dan Kaprodi Fakultas Tarbiyah atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya yakin tema ini dipilih dengan pertimbangan yang mendalam, karena mahasiswa tarbiyah harus memahami dan menguasai kecerdasan buatan sebagai bagian dari profesionalisme guru di masa depan,” tuturnya.

Doa pembuka dipimpin oleh Dr. Imam Mashuri, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., dalam presentasinya, beliau menekankan pentingnya transformasi pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan karakter dan relevansi pembelajaran di tengah era digital. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini meliputi krisis keteladanan, ketimpangan mutu dan akses pendidikan, kecanduan ponsel, serta disinformasi yang berdampak pada degradasi moral peserta didik.

MEMAPARKAN: Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., sampaikan materi dengan gamblang.

“Anda beruntung dapat berproses di lingkungan akademik UNIIB ini. Kompetitor di luar semakin banyak, sehingga pembentukan karakter menjadi hal yang sangat penting” ungkapnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah secara aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan AI dalam pembelajaran pendidikan Islam, kekhawatiran akan tergesernya peran guru oleh teknologi, serta strategi menghadapi perubahan kurikulum berbasis digital.

“AI hanyalah perangkat. Kitalah yang menentukan arah pemanfaatannya. Karena itu, pendidikan Islam perlu terus menanamkan nilai cinta kepada Allah yang bermuara pada cinta kepada sesama dan lingkungan,” terangnya.

FOTO BARENG: tangan simbol U melambangkan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.

Kegiatan kuliah umum ini berjalan dengan kondusif dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang unggul secara intelektual, terampil secara digital, dan kokoh secara spiritual dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan Islam di era kecerdasan buatan.

Webinar Nasional: Deteksi Dini dan Sentuhan Terapeutik, Kunci Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak

Banyuwangi, 2 Agustus 2025 — Universitas Ibrahimy Banyuwangi bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura sukses menggelar Webinar Nasional bertajuk “Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak: Peran Deteksi Dini Speech Delay dan Sentuhan Terapeutik Pijat Bayi”, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dalam bidang pendidikan anak usia dini dan perkembangan bahasa, yakni:

  • Riris Wahyuningsih, M.Pd
  • Dr. Ria Astuti, M.Pd
  • Ria Octaviana, M.Pd

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik, mahasiswa, dan masyarakat umum tentang pentingnya deteksi dini gangguan bicara (speech delay) pada anak usia dini serta bagaimana terapi pijat bayi dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam merangsang kemampuan bahasa anak.

Dalam penyampaiannya, Riris Wahyuningsih, M.Pd menekankan pentingnya peran guru dan orang tua sebagai pihak pertama yang harus mampu mengenali tanda-tanda keterlambatan bicara sejak dini.
Sementara itu, Ria Octaviana, M.Pd, membahas aspek edukatif dan psikologis dari keterlambatan perkembangan bahasa, serta strategi kolaboratif yang bisa dilakukan antara keluarga, guru, dan tenaga profesional.
Dr. Ria Astuti, M.Pd melengkapi diskusi dengan membahas terapi pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi sensorik dan motorik yang dapat mendukung perkembangan sistem saraf anak, termasuk dalam ranah berbahasa.

Webinar ini berlangsung secara daring dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, terutama mahasiswa Prodi PIAUD dari kedua universitas penyelenggara, guru PAUD, dan praktisi pendidikan anak. Antusiasme peserta tercermin dari aktifnya sesi diskusi dan sharing pengalaman lapangan yang memperkaya perspektif semua pihak.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk kolaborasi lanjutan dalam pengembangan keilmuan dan praktik terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini, khususnya dalam aspek bahasa dan komunikasi.

Webinar Kolaboratif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dan STAIN Mandailing Natal: Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini

Banyuwangi, 4 Juli 2025 – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal sukses menyelenggarakan webinar bertema “Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini”, pada Jumat, 4 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antarlembaga dalam rangka pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi PIAUD dari kedua kampus tersebut.

Webinar menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Riris Wahyuningsih, M.Pd dan Annisa Wahyuni, M.Pd, yang membagikan wawasan seputar pentingnya kegiatan mendongeng (story time) sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mendidik, khususnya untuk anak usia dini.

Dalam pemaparannya, Annisa Wahyuni, M.Pd menjelaskan bahwa melalui kegiatan mendongeng yang memperkenalkan beragam cerita dari berbagai budaya, anak-anak dapat diperkenalkan pada nilai-nilai multikultural yang penting dalam membentuk karakter sejak dini. Literasi multikultural ini menjadi salah satu upaya dalam menanamkan sikap toleran, empati, dan saling menghargai perbedaan.

Sementara itu, Riris Wahyuningsih, M.Pd menyoroti tingginya durasi screen time pada anak-anak di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa mendongeng dapat menjadi solusi praktis untuk mengalihkan ketergantungan anak terhadap layar gadget, sekaligus mempererat hubungan emosional antara anak dan orang dewasa.

Webinar ini tidak hanya memberikan bekal teoretis, tetapi juga disertai contoh-contoh praktis teknik mendongeng yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal.

Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan inovasi pendidikan anak usia dini yang relevan dengan tantangan zaman, serta mencetak pendidik-pendidik yang peduli terhadap pentingnya literasi dan nilai-nilai budaya sejak dini.

Prodi Tadris Matematika UNIIB Selenggarakan Kuliah Tamu “Kalkulus Diferensial” bersama UIMSYA

Banyuwangi — Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Kalkulus Diferensial”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Minggu, 15 Maret 2025, dan diikuti oleh mahasiswa semester 1 Program Studi Tadris Matematika.

Kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas KH. Muhtar Syafaat (UIMSYA). Melalui kegiatan ini, kedua institusi berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang akademik, khususnya dalam peningkatan mutu pembelajaran matematika dan pengembangan kompetensi mahasiswa calon pendidik.

Kuliah tamu ini menghadirkan Ahmad Sofiyullah, M. Pd., dosen Prodi Tadris Matematika dari Universitas KH. Muhtar Syafaat yang menyampaikan berbagai konsep penting dalam kalkulus diferensial, termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan dinamis antara pemateri dan peserta.

Alex Haris Fauzi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa, terutama dalam memahami secara mendalam konsep dan penerapan kalkulus diferensial. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, khususnya pada mata kuliah Kalkulus Diferensial. Selain memperluas wawasan keilmuan, kuliah tamu ini juga mampu menumbuhkan motivasi belajar dan semangat akademik mahasiswa dalam memahami bidang matematika secara lebih kontekstual,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa tampak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menunjukkan minat besar terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan matematika.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Tadris Matematika UNIIB dalam mewujudkan visi pendidikan yang unggul dan kolaboratif, sekaligus mempererat kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme calon pendidik di masa depan.