DIREKTUR PASCASARJANA UIN KHAS JEMBER BERI KULIAH UMUM

BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Transformasi Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang bagi Calon Guru”, menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi (28/10/25) pukul 09.00 WIB, bertempat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.

DI ATAS PODIUM: Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan pesan dan apresiasi saat sambutan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa tema kuliah umum ini sangat relevan dengan arah pengembangan kompetensi mahasiswa tarbiyah sebagai calon pendidik di era digital.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas dan seluruh panitia yang telah mengusahakan serta memfasilitasi kegiatan ini. Tema ini sangat tepat karena di era ini marak perkembangan teknologi seperti Gemini AI dan berbagai bentuk kecerdasan buatan lainnya. Kita tidak bisa menghindarinya, tetapi harus siap beradaptasi dan meningkatkan kemampuan diri. Namun, jangan sampai kemudahan yang diberikan AI membuat kita terlena tanpa membaca dan berpikir kritis,” pesan beliau.

PEGANG MIC: Wakil Rektor I UNIIB, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., membuka kegiatan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNIIB, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., yang dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Fakultas Tarbiyah atas inisiatif akademik yang responsif terhadap isu pendidikan kontemporer.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan dan Kaprodi Fakultas Tarbiyah atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya yakin tema ini dipilih dengan pertimbangan yang mendalam, karena mahasiswa tarbiyah harus memahami dan menguasai kecerdasan buatan sebagai bagian dari profesionalisme guru di masa depan,” tuturnya.

Doa pembuka dipimpin oleh Dr. Imam Mashuri, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., dalam presentasinya, beliau menekankan pentingnya transformasi pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan karakter dan relevansi pembelajaran di tengah era digital. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini meliputi krisis keteladanan, ketimpangan mutu dan akses pendidikan, kecanduan ponsel, serta disinformasi yang berdampak pada degradasi moral peserta didik.

MEMAPARKAN: Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., sampaikan materi dengan gamblang.

“Anda beruntung dapat berproses di lingkungan akademik UNIIB ini. Kompetitor di luar semakin banyak, sehingga pembentukan karakter menjadi hal yang sangat penting” ungkapnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah secara aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan AI dalam pembelajaran pendidikan Islam, kekhawatiran akan tergesernya peran guru oleh teknologi, serta strategi menghadapi perubahan kurikulum berbasis digital.

“AI hanyalah perangkat. Kitalah yang menentukan arah pemanfaatannya. Karena itu, pendidikan Islam perlu terus menanamkan nilai cinta kepada Allah yang bermuara pada cinta kepada sesama dan lingkungan,” terangnya.

FOTO BARENG: tangan simbol U melambangkan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.

Kegiatan kuliah umum ini berjalan dengan kondusif dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang unggul secara intelektual, terampil secara digital, dan kokoh secara spiritual dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan Islam di era kecerdasan buatan.

Webinar Nasional: Deteksi Dini dan Sentuhan Terapeutik, Kunci Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak

Banyuwangi, 2 Agustus 2025 — Universitas Ibrahimy Banyuwangi bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura sukses menggelar Webinar Nasional bertajuk “Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak: Peran Deteksi Dini Speech Delay dan Sentuhan Terapeutik Pijat Bayi”, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dalam bidang pendidikan anak usia dini dan perkembangan bahasa, yakni:

  • Riris Wahyuningsih, M.Pd
  • Dr. Ria Astuti, M.Pd
  • Ria Octaviana, M.Pd

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik, mahasiswa, dan masyarakat umum tentang pentingnya deteksi dini gangguan bicara (speech delay) pada anak usia dini serta bagaimana terapi pijat bayi dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam merangsang kemampuan bahasa anak.

Dalam penyampaiannya, Riris Wahyuningsih, M.Pd menekankan pentingnya peran guru dan orang tua sebagai pihak pertama yang harus mampu mengenali tanda-tanda keterlambatan bicara sejak dini.
Sementara itu, Ria Octaviana, M.Pd, membahas aspek edukatif dan psikologis dari keterlambatan perkembangan bahasa, serta strategi kolaboratif yang bisa dilakukan antara keluarga, guru, dan tenaga profesional.
Dr. Ria Astuti, M.Pd melengkapi diskusi dengan membahas terapi pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi sensorik dan motorik yang dapat mendukung perkembangan sistem saraf anak, termasuk dalam ranah berbahasa.

Webinar ini berlangsung secara daring dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, terutama mahasiswa Prodi PIAUD dari kedua universitas penyelenggara, guru PAUD, dan praktisi pendidikan anak. Antusiasme peserta tercermin dari aktifnya sesi diskusi dan sharing pengalaman lapangan yang memperkaya perspektif semua pihak.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk kolaborasi lanjutan dalam pengembangan keilmuan dan praktik terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini, khususnya dalam aspek bahasa dan komunikasi.

Webinar Kolaboratif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dan STAIN Mandailing Natal: Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini

Banyuwangi, 4 Juli 2025 – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal sukses menyelenggarakan webinar bertema “Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini”, pada Jumat, 4 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antarlembaga dalam rangka pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi PIAUD dari kedua kampus tersebut.

Webinar menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Riris Wahyuningsih, M.Pd dan Annisa Wahyuni, M.Pd, yang membagikan wawasan seputar pentingnya kegiatan mendongeng (story time) sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mendidik, khususnya untuk anak usia dini.

Dalam pemaparannya, Annisa Wahyuni, M.Pd menjelaskan bahwa melalui kegiatan mendongeng yang memperkenalkan beragam cerita dari berbagai budaya, anak-anak dapat diperkenalkan pada nilai-nilai multikultural yang penting dalam membentuk karakter sejak dini. Literasi multikultural ini menjadi salah satu upaya dalam menanamkan sikap toleran, empati, dan saling menghargai perbedaan.

Sementara itu, Riris Wahyuningsih, M.Pd menyoroti tingginya durasi screen time pada anak-anak di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa mendongeng dapat menjadi solusi praktis untuk mengalihkan ketergantungan anak terhadap layar gadget, sekaligus mempererat hubungan emosional antara anak dan orang dewasa.

Webinar ini tidak hanya memberikan bekal teoretis, tetapi juga disertai contoh-contoh praktis teknik mendongeng yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal.

Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan inovasi pendidikan anak usia dini yang relevan dengan tantangan zaman, serta mencetak pendidik-pendidik yang peduli terhadap pentingnya literasi dan nilai-nilai budaya sejak dini.

Prodi Tadris Matematika UNIIB Selenggarakan Kuliah Tamu “Kalkulus Diferensial” bersama UIMSYA

Banyuwangi — Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Kalkulus Diferensial”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Minggu, 15 Maret 2025, dan diikuti oleh mahasiswa semester 1 Program Studi Tadris Matematika.

Kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas KH. Muhtar Syafaat (UIMSYA). Melalui kegiatan ini, kedua institusi berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang akademik, khususnya dalam peningkatan mutu pembelajaran matematika dan pengembangan kompetensi mahasiswa calon pendidik.

Kuliah tamu ini menghadirkan Ahmad Sofiyullah, M. Pd., dosen Prodi Tadris Matematika dari Universitas KH. Muhtar Syafaat yang menyampaikan berbagai konsep penting dalam kalkulus diferensial, termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan dinamis antara pemateri dan peserta.

Alex Haris Fauzi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika UNIIB, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa, terutama dalam memahami secara mendalam konsep dan penerapan kalkulus diferensial. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, khususnya pada mata kuliah Kalkulus Diferensial. Selain memperluas wawasan keilmuan, kuliah tamu ini juga mampu menumbuhkan motivasi belajar dan semangat akademik mahasiswa dalam memahami bidang matematika secara lebih kontekstual,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa tampak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menunjukkan minat besar terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan matematika.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Tadris Matematika UNIIB dalam mewujudkan visi pendidikan yang unggul dan kolaboratif, sekaligus mempererat kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme calon pendidik di masa depan.

Kegiatan Tahunan “Paran Lare Tarbiyah” Kembali Digelar, Wadah Kreativitas Mahasiswa dalam Implementasi Pembelajaran

Banyuwangi, 15 Januari 2025 – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas (Paran Lare Tarbiyah) pada Rabu, 15 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai produk hasil implementasi mata kuliah dalam bentuk praktik nyata yang kreatif dan inovatif.

Paran Lare Tarbiyah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mendorong mahasiswa, khususnya dari program studi pendidikan, untuk mengembangkan ide-ide kreatif, media pembelajaran, dan produk edukatif lainnya sebagai wujud penerapan teori ke dalam praktik.

Pameran Mahasiswa Fakultas Tarbiyah.

Dalam pameran tahun ini, puluhan stand mahasiswa menampilkan berbagai produk pembelajaran mulai dari media edukatif untuk anak usia dini, alat peraga interaktif, hingga model pembelajaran tematik berbasis budaya lokal. Karya-karya yang ditampilkan merupakan hasil integrasi antara pemahaman akademik dengan kreativitas individu maupun kelompok.

Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Dr. Imam Wahyono, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan juga sarana penilaian terhadap pemahaman mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kelas. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diuji pada sisi teoritis, tetapi juga pada bagaimana mereka mampu merancang, memproduksi, dan mempresentasikan hasil karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Sambutan: Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan sambutan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi atas semangat inovasi mahasiswa dalam menciptakan solusi pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di era modern.

Dengan adanya Paran Lare Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah berharap mahasiswa semakin terdorong untuk terus berkarya dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan secara profesional dan kreatif.

Kuliah Tamu Tadris Matematika IAI Ibrahimy Kupas Kurikulum dan Pembelajaran Matematika di Era Merdeka Belajar

Banyuwangi, 3 Oktober 2024 — Suasana ruang C8 Kampus IAI Ibrahimy Genteng-Banyuwangi tampak hidup pagi itu. Puluhan mahasiswa Program Studi Tadris Matematika berkumpul dengan antusias, menyimak paparan dari praktisi pendidikan yang telah lama berkecimpung di dunia pengajaran matematika. Melalui kegiatan Kuliah Tamu bertajuk “Kurikulum dan Pembelajaran Matematika di Sekolah”, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2024, para mahasiswa diajak memahami lebih dalam tentang arah dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran matematika.

Zaenal Arifin, M.Pd., Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang digelar oleh Program Studi Tadris Matematika IAI Ibrahimy ini menghadirkan Zaenal Arifin, M.Pd., Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Banyuwangi, Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Banyuwangi, sekaligus Guru Matematika di SMPN 1 Bangorejo.

Dalam pemaparannya, Zaenal Arifin menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif dalam mengelola proses belajar. “Guru matematika tidak hanya dituntut menguasai konsep, tetapi juga harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi masalah nyata agar siswa dapat berpikir kritis dan analitis.

Kegiatan ini disambut positif oleh mahasiswa. Mila Rohmatun Nisa, salah satu mahasiswa semester enam, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Selama ini kami hanya mengenal Kurikulum Merdeka dari teori di kelas. Melalui kuliah tamu ini, kami bisa melihat langsung bagaimana penerapannya di sekolah dan tantangan yang dihadapi guru di lapangan,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ketua Program Studi Tadris Matematika IAII, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian penting dari strategi peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.

“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebagai calon guru matematika yang akan mengabdikan diri di lembaga pendidikan,” tutur Alex Haris Fauzi.

Lebih lanjut, Alex menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah konkret Program Studi Tadris Matematika IAII dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kemandirian belajar dan pembentukan karakter peserta didik.

Mahasiswa Tadris Matematika, peserta dalam kuliah tamu.

Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Tadris Matematika IAII semakin siap dan percaya diri untuk menjadi pendidik yang profesional, inovatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang inspiratif di masa depan.

Program Studi Tadris Matematika IAII Gelar Pelatihan Aplikasi Geogebra bagi Guru dan Siswa Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuwangi

Banyuwangi — Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Genteng Banyuwangi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa “Pelatihan Aplikasi Geogebra untuk Guru pada Pembelajaran Matematika”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 25 Februari 2024, bertempat di Aula Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi. Pelatihan ini diikuti oleh para guru serta siswa dari lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo, yaitu MA Miftahul Ulum, SMK Ibrahimy, MTs Miftahul Ulum, dan MI Miftahul Ulum.

MENYIMAK: Peserta menyimak dengan penuh saat narasumber menyampaikan materi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Genteng Banyuwangi dengan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo. Melalui kegiatan ini, Prodi Tadris Matematika berupaya mengimplementasikan salah satu tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di lingkungan pendidikan mitra.

Pelatihan ini menghadirkan Alex Haris Fauzi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika IAII Genteng, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis digital, khususnya aplikasi Geogebra, dalam mendukung visualisasi konsep-konsep matematika. “Penggunaan Geogebra dapat membantu guru menjelaskan materi matematika secara lebih interaktif dan menarik, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep abstrak melalui representasi visual. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekaligus memotivasi siswa untuk lebih mencintai matematika,” ujar Alex Haris Fauzi.

Sementara itu, Tohari, S.Pd.I, selaku Kepala MA Miftahul Ulum Bengkak, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan kolaboratif ini. Ia menilai bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat besar, baik bagi guru maupun siswa. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak IAII Genteng terutama pada Program Studi Tadris Matematika yang telah memberikan pelatihan ini. Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan wawasan baru tentang inovasi pembelajaran matematika berbasis teknologi, dan para siswa juga semakin termotivasi untuk belajar matematika dengan cara yang lebih menyenangkan,” ungkapnya.

MEMPERHATIKAN: Siswa-Siswi menyimak penyampaian materi.

Kegiatan pelatihan berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan aplikasi Geogebra. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan mitra semakin kuat, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, khususnya dalam bidang pendidikan matematika. Program Studi Tadris Matematika IAII Genteng berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat pendidikan melalui berbagai kegiatan pelatihan, penelitian, dan inovasi pembelajaran di masa mendatang.

TINGKATKAN KUALITAS PRODI, FAKULTAS TARBIYAH IKUTI PENGUATAN LOKAKARYA DAN PRODI PTKI

Surabaya – Seiring berjalannya waktu Fakultas Tarbiyah kini memiliki 5 prodi unggulan yakni Program Studi (Prodi) PAI, PGMI, PIAUD, Tadris Matematika, dan Manajemen Pendidikan Islam. Bertambahnya prodi tentunya diiringi dengan tambahnya tanggung jawab untuk mengelola prodi tersebut menjadi lebih baik. Oleh karena itu Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi Imam Wahyono, M.Pd.I sebagai perwakilan menghadiri kegiatan “Penguatan Lokakarya dan Program Studi Pada PTKI” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bertempat di Surabaya Rabu – Jumat (06-08 Desember 2023).

Mengundang 90 Orang perwakilan dari PTKI di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lamdik, Lamemba, BAN PT, Kopertais Jawa Barat, Kopertais Jawa Timur, Kopertais Jawa Tengah, Subdit Pengembangan Akademik, dan Tim Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kementerian Agama. Serta menghadirkan beberapa pemateri yang kompeten di bidangnya seperti Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ketua Umum LAMDIK, Dewan Eksekutif LAMEMBA, Tim Pokja Pengendalian Perguruan Tinggi, Akademik Dit Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbudristek, dan Tim BestQ.

Kegiatan lokakarya dan program studi berlangsung dengan khidmat tentunya karena semua menyadari tentang pentingnya topik yang dibahas yakni terkait penguatan mutu SDM serta pengelolaan perguruan tinggi. Sehingga di kesempatan tersebut selain menyimak penjelasan dari pemateri peserta juga menyampaikan beberapa keluhan dan hambatan yang dialami dalam proses pengelolaan perguruan tinggi selama ini.

Adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu dalam pengelolaan masing-masing perguruan tinggi terkhususnya yang baru menambah prodi baru. Diharapkan juga dapat membantu dalam peningkatan dan pengelolaan SDM serta manajemen pengelolaan di tingkat perguruan tinggi mencakup fakultas dan prodi. Turut sertanya Fakultas Tarbiyah dalam kegiatan tentu saja dengan harapan kedepannya makin meningkatkan kualitas dan membawa prodi-prodi menjadi prodi unggulan dengan akreditasi yang memuaskan. 

MENYONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 5.0, FAKULTAS TARBIYAH GELAR SEMINAR NASIONAL UNTUK MENYIAPKAN PENDIDIK KREATIF

Banyuwangi – Revolusi Industri terus berkembang secara pesat hingga kini kita telah sampai di revolusi industri 5.0. Guna menyambut era revolusi baru ini tentunya kita harus mempersiapkan beberapa hal, oleh karena itu Fakultas Tarbiyah IAI Ibrahimy Genteng Jum’at (16/06/2023) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Being a Creative Teacher in the Industrial Revolution Era 5.O.”

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Tarbiyah Imam Wahyono, M.Pd.I. “Ke­giatan Seminar kali ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa, hari ini kalian semua akan ditemani oleh 2 Narasumber yang hebat dan berpengalaman di trend kreatif ini. Silahkan nanti ilmu dari beliau dicermati dengan seksama,”ungkapnya.

Seminar nasional menghadirkan 2 narasumber yang sudah kompeten di dalam bidangnya yakni Setyoadi Purwanto, S.Pd., M.Pd.I dan Dr. Nur Wiarsih M.Pd. Setyoadi Purwanto, S.Pd., M.Pd.I menjabat sebagai Ketua STPI (Sekolah Tinggi Pendidikan Islam) Bina Insan Mulia (BIM) Yogyakarta, Founder SCLA Indonesia, dan Trainer Kreafitas Nasional. Pria yang akrab disapa Kak Adi ini menyampaikan bahwa di era yang semakin berkembang ini alangkah baiknya sebagai guru agar selalu berusaha menjadi lebih kreatif. “Sebagai Guru tentu kita harus mempersiapkan diri menyambut setiap perkembangan zaman. Makin kreatif kita dalam penyampaian materi maka peserta didik akan makin bersemangat dalam menimba ilmu,”tambahnya.

Ditengah berlangsungnya seminar ketika diminta menunjukan semangat kreatifitasnya Mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang di pandu oleh Siti Nur Haniah merespon baik dengan menyanyikan yel yel tentang semangat mengajar dengan penuh semangat dan kompak.

Sementara narasumber dari kampus Ibrahimy yakni Dr. Nur Wiarsih M.Pd yang juga merupakan Dosen Program Studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) mengingatkan bahwa  saat ini semuanya sedang berada di suatu masa yang segala sesuatunya tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Dahulu tidak pernah terbayangkan betapa pengaruh gadget dalam kehidupan kita setiap hari, “dulu kita tidak pernah membayangkan berada di masa dimana kita tidak perlu datang ke Sekolah untuk belajar. Dulu orang hanya bisa belajar dari guru namun saat ini guru bukan hanya satu satunya sumber pengetahuan atau informasi. Zamannya sudah berubah seperti ini kalau kita masih tetap tidak bisa memunculkan ide kreatif dalam mengajar kita akan tertinggal,”imbuhnya.

SAMBUT PRODI BARU, FAKULTAS TARBIYAH LAKSANAKAN STUDI TIRU DI UNIVERSITAS IBRAHIMY SUKOREJO

Sukorejo – Prodi baru Tadris Matematika IAI Ibrahimy Genteng yang berada di bawah naungan Fakultas Tarbiyah mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ini. Guna mewujudkan prodi yang terus berproses menjadi lebih baik maka Fakultas Tarbiyah melakukan Studi Tiru di Universitas Ibrahimy Sukorejo (UNIB), Sabtu (10/06/2023).

Kunjungan tersebut diterima oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UNIB Dr. Hariyanto, M.Pd.I yang memberi banyak arahan serta masukan untuk pengelolaan prodi Tadris Matematika kedepannya. Beberapa hal yang disampaikan dalam kegiatan studi tiru tersebut salah satunya tentang penyusunan kurikulum yang diharapkan sesuai kebutuhan pasar pada saat ini, salah satu perwujudannya dengan pelaksanaan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).  

Beliau juga menyampaikan bahwa prodi Tadris Matematika sambil menata manajemen sebaiknya juga menyiapkan pengelolaan karya ilmiah melalui Jurnal. Nantinya Prodi Tadris Matematika di Fakultas Tarbiyah UNIB siap berkolaborasi dalam pengelolaannya dengan melibatkan Mahasiswa dan Dosen.

Pembahasan lain yang dibahas dalam studi tiru yaitu rencana pelaksanaan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) kolaborasi. Wakil Rektor I IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I berkeinginan nantinya IAI Ibrahimy Genteng dan UNIB bisa berkolaborasi dalam kegiatan KKN agar bisa menebar kemanfaatan dan mengabdi kemasyarakat

Imam Wahyono, M.Pd.I Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Ibrahimy Genteng mengungkapkan rasa terimakasih karena telah diterima dengan baik, dapat belajar dan mendapat banyak masukan. “Kami berharap dengan dilaksnakannya studi tiru di Universitas Ibrahimy Situbondo ini, apa yang menjadi harapan kami di Tadris Matematika kedepannya dapat berjalan lancar sesuai dengan tuntutan masyarakat,”ungkapnya.