FAKULTAS TARBIYAH UNIIB LAKUKAN BENCHMARKING KE UNIVERSITAS ULUWIYAH MOJOKERTO, PERKUAT TATA KELOLA DAN PENJAMINAN MUTU MENUJU FAKULTAS UNGGUL 2030

MOJOKERTO — Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Uluwiyah (UNU) Mojokerto, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu sebagai langkah menuju terwujudnya Fakultas Unggul 2030.

Kegiatan benchmarking mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola dan Penjaminan Mutu Menuju Fakultas Unggul 2030”. Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik, pengalaman, serta strategi pengembangan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam membangun tata kelola yang efektif, sistematis, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Rombongan Fakultas Tarbiyah UNIIB diterima oleh jajaran pimpinan Universitas Uluwiyah Mojokerto yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Wakil Dekan I, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Sementara itu, dari Fakultas Tarbiyah UNIIB hadir di antaranya Dekan Fakultas Tarbiyah beserta jajarannya dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, perwakilan Universitas Uluwiyah menyambut baik kegiatan benchmarking yang dilakukan Fakultas Tarbiyah UNIIB. Pertemuan tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk membangun jejaring kelembagaan sekaligus saling belajar mengenai pengelolaan perguruan tinggi dan penguatan budaya mutu.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek strategis, terutama terkait tata kelola fakultas, sistem penjaminan mutu internal, mekanisme monitoring dan evaluasi, pengelolaan program studi, peningkatan kinerja dosen dan tenaga kependidikan, serta strategi membangun budaya mutu di lingkungan akademik.

Bagi Fakultas Tarbiyah UNIIB, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan kelembagaan, tetapi juga sebagai proses refleksi dan pembelajaran untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIIB menyampaikan bahwa penguatan tata kelola dan penjaminan mutu merupakan fondasi penting dalam mewujudkan fakultas yang unggul dan berkelanjutan.

“Benchmarking ini menjadi bagian dari ikhtiar Fakultas Tarbiyah UNIIB untuk terus melakukan perbaikan. Kita tidak hanya ingin mengetahui bagaimana perguruan tinggi lain mengelola tata kelola dan mutu, tetapi juga belajar dari praktik baik yang dapat kita adaptasi untuk memperkuat sistem di Fakultas Tarbiyah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah UNIIB dalam membangun budaya mutu, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta memastikan setiap program dan kebijakan fakultas berjalan berdasarkan standar mutu yang terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking ditutup dengan sesi dokumentasi dan penguatan jejaring kerja sama antara Fakultas Tarbiyah UNIIB dan Universitas Uluwiyah Mojokerto. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pertukaran pengalaman, pengembangan program bersama, serta peluang kerja sama kelembagaan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah UNIIB menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan bertransformasi. Penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu, dan budaya mutu menjadi bagian penting dari perjalanan Fakultas Tarbiyah UNIIB menuju visi Fakultas Unggul 2030.